Rabu, 17 November 2010

Teks Khutbah Iedul Adhha 1431 H (Fathuddin Jafar, MA)

Oleh Fathuddin Jafar, MA

بسم الله الرحمن الرحيم

خطبة عيدالأضحى المبارك عام 1431 هـ

KHUTBAH IEDUL ADH-HA 1431 H VISI PEMBANGUNAN NABI IBRAHIM Disampaikan di Masjid Asy-Syukur, JL Keb. Lama Selasa 10 Dzulhijjah 1431 H.

الله أكبر, الله أكبر , الله أكبر كبيرا, و الحمد لله كثيرا و سبحان الله بكرة وأصيلا, لا اله الا الله وحده , صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده , لا أله الا الله والله أكبر , الله أكبر و لله الحمد. إن الحمد لله وحده نحمده و نستعينه و نستغفره و ونستهديه و نعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهد الله فهو المهتد ومن يضلل الله فلن تجد له وليا مرشدا. أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة وأدى الأمانة و نصح للأمة وتركنا على محجة بيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها الا هلك و اللهم فصل وسلم على حبيبنا المصطفى محمد بن عبد الله وعلى آله وصحبه و من اتبع هداه واستن بسنته واهتدى بهديه و جاهد في سبيله إلى يوم الدين. أما بعد : فيا أيها لمسلمون, أوصيكم ونفسي الخاظئة المذنبة بتوقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون. وقال الله تعالى في محكم التنزيل بعد أعوذ بالله من الشيطان الرجيم : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ(آل عمران : 102)

Sekilas Tentang Ibrahim alaihissalam..

Setiap musim haji tiba, kita teringat akan seorang manusia bernama Ibrahim. Karena berliaulah yang merintis ibadah haji dengan segala rangkaiannya. Bahkan beliaulah yang membangun Ka’bah dan kota Mekkah yang sekarang sudah menjadi kota metropolis dunia.

Ada pertanyaan mendasar yang selalu muncul dari dalam hati kita yang dalam saat kita menunaikan ibadah haji atau saat kita merayakannya di kampung halaman kita masing-masing. Pertanyaan tersebut ialah: Pelajaran apa yang sudah kita dapatkan dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang message yang tersimpan dalam ibadah haji, alangkah baiknya kita menelusuri sejenak jalan hidup yang ditempuh Ibrahim alaihissalam agar kita mengenal kepribadian Beliau dari dekat.

Nabi Ibrahim terkenal dengan sebutan Abul Anbiya’ atau Bapak Tauhid. Lahir di Selatan Irak di zaman seorang raja zhalim bernama Namrud. Ayahnya bernama Azar adalah ahli pahat/ukir yang sekaligus sebagai pembuat patung-patung yang disembah masyarakat saat itu sebagai tuhan.

Setelah diangkat menjadi Rasul, Ibrahim mengajak masyarakatnya meninggalkan pola keyakinan syirik yang amat berbahaya itu. Ia mengajak untuk menganut paham Tauhid, yakni mengesakan Allah sebahai Tuhan Pencipta (Tauhid Rububiyyah), Tuhan yang berhak disembah dan ditaati (Tauhid Uluhiyyah) dan Tuhan yang memiliki nama dan sifat yang amat luar biasa (Tauhid Asmak dan Sifat).

Tanpa ragu sedikitpun, Ibarahim menjelaskan kekeliruan dan kesesatan Bapak dan kaumnya, seperti yang dijelaskan Allah :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آَزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آَلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (الأنعام : 74)

Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada Bapaknya; Azar: Mengapa kamu jadikan patung-patung itu tuhan yang disembah? Sesungguhnya aku berpendapat kamu dan kaummu dalam keadaan sesat yang nyata. (QS. Al-‘An’am [6] : 74)

Sebagai akibat dakwah Tauhid yang disebarkan Ibrahim, konflikpun tak terhindarkan. Sejak dari penguasa sampai kepada Bapaknya ikut murka. Mereka tersinggung berat karena menyentuh tradisi syirik yang tidak logis dan tidak didasari ilmu serta akal sehat. Syirik dianut hanya karena tradisi nenek moyang. Berbagai cara dilakukan untuk menghentikan dakwah tauhid nabi Ibrahim. Puncaknya ialah sebuah konspirasi jahat yang mereka lancarkan terhadap Ibrahim. Mereka ingin membunuhnya dengan cara membakar Ibrahim dalam sebuah api unggun besar. Berkat pertolongan dan kekuasaan Allah, konspirasi tersebut kandas. Allah memperlihatkan kebesaran-Nya dan keagungan-Nya dengan menyelamatkan Ibrahim dari terbakar dan bahkan merasakan kedinginan. Hal ini dijelaskan Allah dalam surat .....

قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْئًا وَلَا يَضُرُّكُمْ (66) أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ (67) قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آَلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (68) قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ (69) وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ (70)

Ia (Ibrahim) berkata : Apakah kalian menyembah selain Allah yang tidak bisa memberi manfaat sedikitpun pada kalian dan tidak pula dapat memberi mudarat kepada kalian?(66) Celaka kalian dan tuhan yang kalian sembah selain Allah. Apakah kalian tidak berakal? (67) Mereka berkata : bakar dia dan tolonglah tuhan-tuhan kalian jika kalian ingin melakukannya (68) Kami berkata : Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan atas Ibrahim(9) Mereka hendak melakukan konspirasi padanya (Ibrahim) maka Kami jadikan merekalah orang-orang yang merugi (70) (QS. Al-Anbiya’ [20] : 66 – 70).

Setelah masyarakat dan penguasa tempat kelahirannya tidak mau menerima dakwah Tauhid, maka Allah memerintahkan Ibrahim hijrah ke Palestin dan tinggal di sana beberapa waktu. Kemudian Alah perintahkan Hijrah kembali ke sebuah lembah bebatuan yang tidak ada sama sekali air, pepohonan dan sumber kehidupan lainnya. Kawasan tersebut kemudian terkenal dengan sebutan Bakkah atau Mekkah seperti yang kita kenal sekarang.

Di sanalah Ibrahim merancang sebuah masyarakat dan kominitas baru yang bertauhid. Di sanalah Ibrahim membangun sebuhah negeri dan peradaban baru yang mentauhidkan Tuhan Pencipta mereka dan Pencipta alam jagad raya. Di sana pulalah Allah takdirkan sebuah negeri yang menjadi pusat peradaban Tauhid sampai hari kiamat nanti; sebuah negeri yang paling aman di dunia dan melimpah dengan buah-buahan kendati kawasannya hanya bebatuan. Dari sana pulalah memancar mata air zamzam yang tidak pernah kering kendati diminum dan dimanfaatkan oleh milyaran manusia sepanjang zaman. Sebuah negeri yang penuh berkah sebagai hasil perencanaan Ibrahim yang mengikuti petunjuk dan skenario Allah; Tuhan-Nya dan Tuhan alam semesta.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ

Ya Robbana... Sesungguhnya aku membangun tempat tinggal anak cucuku di sebuah lembah yang tidak memiliki pepohonan, di samping rumah-Mu yang terhormat itu... (QS. Ibrahim [14] : 37)

الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة و أصيلا

Ibrahim Alaihissalam adalah Bapak Pembangunan Peradaban Dunia dan Akhirat

Nabi Ibrahim sadar untuk membangun sebuah negeri yang baru, apalagi tidak ada sumber kehidupan seperti air dan tumbuh-tumbuhan, bukanlah perkara mudah. Bahkan kalau ditinjau dengan akal manusia biasa adalah hal yang mustahil. Bisa saja dalam pandangan manusia biasa bahwa menyebarkan dakwah tauhid di tengah masyarakat yang sudah ada, kendati keranjingan menganut syirik mungkin lebih mudah. Ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Bila syirik telah menjadi budaya dan sistem sebuah kekuasaan dan pemerintahan seperti yang terjadi pada negeri tempat kelahiran Ibrahim yakni Selatan Irak, maka menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai Tauhid jauh lebih sulit. Namun demikian, kedua pilihan tersebut adalah sama-sama sulit.

Karena hijrah ke Mekkah itu adalah petunjuk dan perintah Allah, maka Ibrahim tidak ragu sedikitpun dan bahkan jauh lebih optimis dakwahnya berhasil ketimbang di negeri tempat kelahirannya sendiri, kendati harus melewati perjalanan di atas padang pasir sekitar 2.000 km . Ibrahim meyakini betul, selama dalam perintah dan petunjuk Allah, tidak ada yang mustahil.

Visi Pembangunan Negeri Mekkah

Sebelum menjalankan berbagai syari’at Islam, sebelum anak cucunya menyebar dan sebelum masyarakat terbentuk, nabi Ibrahim terlebih dahulu menetapkan visi pembangunan negeri Mekkah. Visi tersebut ialah bagaimana Mekkah menjadi “ NEGERI YANG AMAN”. Negeri yang Aman. Itulah visi yang dirancang Ibrahim ‘alaihissalam sebelum memulai berbagai aktivitas kehidupan di Mekkah. Sebab itu, untuk mewujudkan sebuah negeri yang aman, landasannya tidak mungkin dengan materi atau dimulai dari pembangunan ekonomi dan teknologi canggih. Sebuah negeri yang aman hanya akan terwujud jika dibangun sejak hari-hari pertama berdirinya dengan di atas landasan TAUHIDULLAH. Mentauhidkan atau mengesakan Allah dalam rububiyyah-Nya, dalam semua sistem hidup (uluhiyyah/ubudiyyatullah) dan dalam segala bentuk simbol, nama dan ornament yang digunakan (Tauhid asma’ dan sifat-Nya).

Tauhid adalah landasan utama membangun sebuah negeri yang aman. Nabi Ibrahim menyadari betul hal ini, setelah melalui berbagai pengalaman dalam menyampaikan risalah Tauhid di tengah masyarakatnya di selatan Irak dan juga di Palestina. Ibrahim melihat betapa rusak dan kacaunya negeri yang dibangun di atas syahwat kekuasaan dan syahwat dunia lainnya. Di negeri yang tidak bertauhid, semua neraca menjadi terbalik. Yang hak dianggap batil dan yang batil dianggap hak. Yang baik dianggap buruk dan buruk dianggap baik. Dan bahkan hamba bisa bertingkah laku bagaikan tuhan. Kesesatan menjadi jalan hidup. Sedangkan petunjuk Allah dijauhi dan diperangi, termasuk Ibrahim sebagai Rasul Allah, tak luput dari dari konspirasi para pembangkang Allah itu.

Berdasarkan fakta tersebut, Nabi Ibrahim meminta kepada Allah agar Allah berikan ia kesempatan membangun sebuah negeri visioner. Negeri yang aman yang akan menjadi pusat lambang Tauhid hingga akhir zaman. Beliaupun berkata sambil berdoa’ :

وإذ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا

Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata : Ya Robb (Tuhan Pencipta).. Jadikanlah negeri ini (Mekkah) sebuah negeri yang aman. Sebuah negeri yang aman, bukan negeri yang makmur, atau maju dan sebagainya... Sebab, kemakmuran, kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan banyak manfaatnya bagi masyarakat luas jika negeri itu tidak aman. Kemajuan dan kemakmuran itu hanya akan menjadi sapi perah dan ajang korupsi dan kejahatan bagi para politisi, pengusaha dan pejabatnya jika negeri tersebut belum sampai ke peringkat aman.

الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة و أصيلا, لا اله الا الله وحده صدق و عده و نصر عبه و أعز جنده وهزم الأحزاب وحده, لا اله الا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد.

Kriteria Negeri Yang Aman. Adapun kriteria sebuah negeri yang aman ialah, aman dari bahaya dan ancaman internal (dalam negeri) dan pada waktu yang sama aman pula dari bahaya dan ancaman dari luar atau eksternal.

Di antara bentuk bahaya dan ancaman yang datang dari dalam negeri ialah : Disorientasi ideology yang mengakibatkan disorientasi hidup. Sedangkan Disorientasi ideology yang mengakibatkan disorientasi hidup itu akan melahirkan berbagai ancaman serius lainnya seperti :

1. Misperception terhadap Allah (Tuhan Pencipta), alam semesta, manusia, kehidupan dunia dan risalah para Nabi, khususnya nabi Muhammad Saw. dan risalah Islam yang dibawanya.

2. Mismanagemen pemerintahan.

3. Keliru memilih pemimpin, para menteri dan para penanggung jawab lembaga-lembaga tinggi negara lainnya, baik di tingkat eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

4. Lahirnya sistem dan aturan yang buruk, tidak efektif dan tidak menjamin keselamatan dunia dan akhirat. Maka mavia hukum dan kasus akan semakin subur dan merajalela.

5. Lahir Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak berkualitas dan bermental korup, karena sistem pendidikan yang dirancang hanya berorientasi materi dan kehidupan dunia yang fana.

6. Pengelolaan sumber daya alam yang buruk, tidak amanah dan tidak profesional serta monopoli oleh sekelompok kapitalis yang berkolaborasi dengan penguasa. Hal tersebut terjadi karena tidak mengaitkan Allah dengan alam, manusia dan kehidupan dunia, serta tidak menganggap sumberdaya alam itu adalah nikmat Allah yang diberikan-Nya secara cuma-cuma kepada semua masyarakat yang tinggal di atasnya, bukan spesial untuk penguasa dan pengusahanya. Penguasa hanya sebagai pemegang amanah Allah semata untuk dipelihara dan dikelola dengan amanah. Sedangkan pengusaha berhak menjadi partner pemerintah untuk mengelola dan mengembangkannya berdasarkan hukum dan peraturan yang adil. Tidak ada hukum dan aturan yang adil selain dari hukum dan aturan yang diciptakan Penciptanya, yakni Allah Ta’ala.

7. Lahir perbudakan dan penjajahan yang dilakukan oleh kaum dan bangsa sendiri, dengan bahasa dan warna kulit yang sama, sebagaimana yang dilakukan Namrud di zaman Ibrahim ‘alaihissalam. Tidak ada perbudakan yang lebih sadis dan zalim melebihi penjajahan ideologi yang dilakukan oleh bangsa sendiri terhadap kaum dan masyarakatnya. Sebagaimana ungkapan sya’ir : Sesungguhnya kezaliman orang-orang yang memiliki hubungan dengan kita jauh lebih pedih ketimbang dilukai anak panah India yang beracun ular kobra....

Ketika penguasa memaksakan ideologi peninggalan nenek moyang terhadap masyarakat dan kaumnya dan melarang serta memerangi setiap ideology dan para penyeru ideology yang dibawa para Rasul, seperti yang dilakukan Namrud terhadap kaumnya dan terhadap nabi Ibrahim, maka saat itulah perbudakan, kejahatan dan kezaliman terjadi oleh manusia terhadap manusia lainnya.

Adapun bahaya dan ancaman dari luar ialah imperialisme atau penjajahan dengan segala bentuknya, seperti ideology, ekonomi, politik, pemikiran, budaya, pendidikan dan sebagainya. Imperialisme ini pada umumnya akan terjadi bila suatu negeri itu sedang mengalami berbagai ancaman dari dalam seperti yang dijelaskan sebelumnya. Pintu Imperialisme itu akan terbuka lebar di saat negeri sedang dirong-rong oleh berbagai bahaya dan ancaman dari dalam seperti yang dijelaskan di atas. Jika negeri itu sehat, kuat dan terbebas dari berbagai ancaman internal tersebut, maka imperialisme yang menjadi ancaman dari luar itu tidak akan berhasil.

Sebagai fakta kebenaran teori tersebut ialah umat Islam. Tiga belas abad lamanya umat nabi Muhammad Saw. eksis di atas muka bumi ini. Baru satu abad belakangan mereka kedodoran dan hancur berkeping-keping menjadi 52 negera yang diperebutkan oleh berbagai kekuatan imperialisme Barat maupun Timur. Semua terjadi karena kita sedang dirong-rong oleh berbagai ancaman dan penyakit dari dalam, sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya.

الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة و أصيلا, لا اله الا الله وحده صدق و عده و نصر عبه و أعز جنده وهزم الأحزاب وحده, لا اله الا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد.

Syarat Menjadi Negeri Aman

Untuk menjadi sebuah negeri yang aman dan telepas dari berbagai ancaman dari dalam dan dari luar, nabi Ibrahim menjelaskannya seperti yang Alllah abadikan dalam firman-Nya :

وإذ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأَصْنَامَ (35) رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (36) رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (37) رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ (38) الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ (39) ( سورة ابراهيم )

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala (35) Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(36) Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.(37) Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit (38) Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.(39) (QS. Ibrahim [14] : 35–39).

Dari doa dan dialog Ibrahim dengan Allah tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa untuk menjadi sebuah negeri yang aman persyaratannya adalah sebagai berikut :

  1. Pemimpin dan masyarakatnya harus mampu menjauhkan diri dari mengabdi kepada berhala-berhala, baik dalam bentuk patung yang diukir, maupun dalam bentuk materialisme lainnya seperti harta, pangkat, status sosial, kedudukan dan sebagainya.
  2. Adanya pemimpin dan masyarakat ahli ibadah, tidak melakukan aktivitas apapun kecuali hanya mengharap ridha Allah, baik dalam ibadah yang bersifat individual, sosial, politik, dan pemerintahan. Semuanya dijalankan berdasarkan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
  3. Adanya semangat takaful ijtima’I (gotong royong) yang timggi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Untuk itu, pola feodalisme harus dikikis habis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  4. Penguasaan terhadap sektor pertanian secara komprehensif dengan penerapan sains dan teknologi pertanian, sejak dari teknologi pupuk organic, pembibitan, pengolahan produk sampai ke pemasarannya, baik tingat lokal maupun global.
  5. Para pemimpin, pengusaha, ulama, penegak hukum dan masyarakatnya memiliki sifat muroqobatullah (rasa monitoring Allah).
  6. Selalu bersyukur pada Allah atas segala nikmat yang dianugerahkan-Nya agar terhindar dari sifat kufur ni’mat.

الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة و أصيلا, لا اله الا الله وحده صدق و عده و نصر عبه و أعز جنده وهزم الأحزاب وحده, لا اله الا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Kaum muslimin rahimakumullah... Bila enam poin tersebut dapat kita wujudkan seperti yang lakukan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, kita yakin negeri yang bernama Indonesia ini juga akan menjadi negeri yang aman dan penuh berkah. Kita yakin, berbagai krisis yang berkepanjangan yang melilit negeri ini dan berbagai musibah yang menimpa negeri ini, tidak lain adalah akibat kita menjauh dari konsep para Nabi Allah, khususnya Nabi kita Muhammad Saw. Sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya :

مَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آَيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126) وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآَيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآَخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى (127)

Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an) maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sulit dan kami kumpulkan mereka pada hari kiamat nanti dalam keadaan buta. (124) Dia berkata : Ya Robb... Kenapa Engkau kumpulkan saya dalam keadaan buta, dan sungguh saya dulu di dunia melihat? (125) Dia (Allah) berkata : Yang demikian itu ialah karena ketika ayat (Kitab) Kami datang kepadamu, maka kamu lupakan (tidak menjadijadikannya the way of life) dan demikian pula hari ini kamu dilupakan (126) Dan demikianlah Kami memberi balasan orang yang melampaui batas dan tidak mau beriman pada ayat-ayat Robb-nya dan sungguh azab akhirat itu lebih dahsyat dan lebih kekal (127) (QS. Thaha [] : 124–127)

Sebaliknya, jika kita mau mengikuti sistem dan metode yang Allah turunkan dalam menata hidup dan kehidupan ini, sejak dari tingkat individu, sampai kepada negara dan pemerintahan, maka negeri kita akan dijamin keselamatan dan berlimpah keberkahan, sebagaimana janji Allah dalam Al-Qur’an :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (96) أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (97) أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (98) أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (99)

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka menolak (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri.(96) Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan azab Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (97) Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan azab Kami kepada mereka di waktu dhuha ketika mereka sedang bermain? (98) Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi(99) (QS. Al-A’raf [] : 96–99).

Demikianlah khutbah singkat ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Mari k ita berdoa’a kepada Allah agar Dia bukakan pintu hati dan pikiran kita untuk bisa menerima, memahami dan mengamalkan jalan hidup yang Dia turunkan pada para nabi dan rasul-Nya, khususnya Nabi Muhammad Saw. hanya itu jalan satu-satunya yang bisa menyelamatkan kita dari berbagai azab dan kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat kelak...

Doa’ :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)

Yaa Allah, Tuhan Pencipta manusia dan alam semesta!!! Melalui Kitab Petunjuk-Mu, Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Mu Muhammad saw, dan juga melalui nikmat akal yang Engkau anugerahkan kepada kami, kami telah mengetahui dan mengakui bahwa alam jagad raya ini Engkaulah Penciptanya. Tiada sekutu bagi-Mu dalam penciptaannya. Sebab itu, tidaklah pantas dan tidak logis pula jika kami menyekutukan-Mu dalam ibadah dan ketaatan.... Alam dunia ini Engkau ciptakan dari ketiadaan, maka pasti juga akan berakhir kepada ketiadaan serta Engkau akan ganti dengan alam Akhirat yang kekal abadi. Oleh sebab itu, berikanlah kepada kami ilmu, hikmah dan kefahaman, kesadaran dari lubuk hati yang ikhlas untuk meyakini Keagungan dan Kebesaran-Mu agar kami mampu menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah yang Engkau telah tetapkan. Kami sadar bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara sebagai tempat kami berkarya, menegakkan kebenaran, keadilan dan memakmurkan bumi ini, serta menyelamatkan manusia agar tidak tersesat dari jalan-Mu yang benar.

Yaa Allah yang Maha Rahman!!! Rahmatilah kami melalui Al-Qur’an-Mu, jadikanlah ia pemimpin, cahaya dan petunjuk hidup bagi kami. Yaa Allah, Ingatkan kami apa yang kami lupa dari Al-Qur’an. Ajarkan kepada kami kandungan Al-Qur’an yang belum kami ketahui. Berilah kami rezeki membaca dan menelaahnya di tengah malam, di awal dan di akhir siang... Jadikanlah Al-Qur’an itu hujjah (argumentasi), hiasan hati kami, penghapus kesedihan dan kepedihan kami dalam kehidupan di dunia ini, wahai Tuhan Pencipta alam semesta.

Yaa Allah yang Maha Baik!!! Perbaikilah pemahaman kami terhadap Islam (sistem hidup) yang Engkau turunkan untuk mengatur tata cara kehidupan kami di dunia ini. Perbaiki pula kondisi kehidupan duniawi kami. Dan perbaiki juga bagi kami bekal untuk Akhirat yang akan menjadi tempat tinggal akhir kami. Jadikanlah kehidupan ini bagi kami sebagai ajang berlomba menggapai segala kebaikan. Hindarkan pula kami dari berbagai prilaku buruk dalam kehidupan ini. Dan jadikanlah kematian itu sebagai cara menghentikan kami dari segala kejahatan.

Yaa Allah yang Maha Rahim!!! Jadikanlah sebaik-baik umur kami adalah akhirnya, sebaik-baik amal kami adalah penutupnya dan sebaik-baik hari kami adalah ketika kami berjumpa dengan Engkau...Yaa Allah!!! Perbaiki akhir segala urusan kami... Hindarkanlah kami dari kehinaan dunia dan kesengsaraan Akhirat...

Yaa Allah Yaa Rahmaan... Anugerahkanlah kepada kami rasa takut pada-Mu yang menjadi dinding pemisah antara kami dengan maksiat kepada-Mu... ketaatan pada-Mu yang menyampaikan kami ke syurga-Mu... keyakinan pada-Mu yang meringankan kami dalam menghadapi musibah dan berbagai persoalan hidup kami...Anugerahkan pula kepada kami kenikmatan penglihatan, pendengaran dan kekuatan fisik selama kami masih Engkau berikan jatah hidup di dunia ini...Jadikanlah kenikmatan itu sebagai kekayaan warisan kami... Balaslah dendam kami pada orang yang menzalimi kami... Tolonglah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami... Dan janganlah Engkau jadikan kehidupan dunia ini sebagai tumpuan harapan kami yang paling utama, dan tidak pula konsentrasi utama ilmu kami... dan jangan Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami dan tidak pula takut kepada-Mu...

Yaa Allah yang Maha Pengampun!!! Janganlah kiranya Engkau biarkan dosa-dosa kami yang hadir pada sholat Eid hari ini dan dosa kedua orangtua kami, kecuali telah Engkau ampunkan...demikian pula dengan dosa dan kesalahan seluruh umat Islam kapan saja dan di mana saja mereka berada. Tiada kesedihan kami kecuali Engkau hapuskan... Tiada hutang kami kecuali Engkau lunasi...Tiada kebutuhan duniawi dan ukhrawi kami kecuali Engkau penuhi...Yaa Arhamarraahimiin...

Yaa Allah Tuhan semesta alam, penguasa jagad raya dan berkuasa atas segala sesuatu. Perbaikilah pemimpin negeri ini, bimbing mereka ke jalan-Mu. Perbaiki pula kondisi SDM, ekonomi, politik, akhlak, budaya dan pendidikan negeri kami agar kami bisa segera keluar dari krisis multi dimensi yang berkepanjangan ini. Kalau tidak Engkau limpahkan kepada kami kasih sayang-Mu, cepat atau lambat, pasti kami dan negeri kami mengalami kehancuran. Kami sadar, betapa besarnya dan banyaknya tanda dan fakta yang mengisyaratkan bahwa negeri kami sedang menuju kehancuran.... Sebab itu, di hari kemenangan seperti ini sepantasnya kami bergembira. Namun kami tidak bisa bergembira, melainkan berduka dan bersedih hati sebagai bukti kami menyadari kondisi kami dan kondisi negeri kami yang sesungguhnya, kendati di antara kami dan di antara pejabat negeri kami dan pengusaha Muslim negeri kami masih saja tertawa terbahak- bahak, tanpa menyadari sistuasi dan kondisi yang sesungguhnya...

Yaa Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang... Terimalah semua amal ibadah kami. Jadikanlah ibadah haji saudara-saudara kami menjadi haji yang mabrur. Terimalah amal ibadah shalat dan qurban kami. Jadikanlah semua amal ibadah itu sebagai timbangan kebaikan kami di akhirat kelak, di padang mahsyar di mana di sana Engkau akan tentukan nasib terakhir kami apakah kami pantas masuk syurga-Mu atau ke neraka-Mu. Kami sadar amal kami tidak sebanding dengan nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Namun kami juga berharap Engkau hindarkan kami dari neraka-Mu dan dengan ridha-Mu Engkau masukkan kami ke dalam syurga-Mu. Yaa Allah Tuhan yang berhak disembah dan dicinta... Ampunilah segala dosa kami, dan juga dosa kedua orang tua kami. Limpahkan kasih sayangmu kepada mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kami masih kecil.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Ya Tuhan Pencipta kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di Akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

آمين يارب العالمين, والحمد لله رب العالمين ولسلام عليكم

Senin, 15 November 2010

Dalam Islam, Madonna Menemukan Kedamaian

Kelahiran dan kematian putrinya menjadi titik perubahan dalam hidupnya. Ketika tahu dirinya hamil, Madonna Johnson tahu bahwa ia akan menjadi orang tua tunggal. Jika karena bukan rasa cinta, pengabdian dan dukungan dari ibunya, Madonna mungkin tidak akan pernah bisa melewati semua persoalan hidupnya.

Namun Madonna harus kehilangan putri yang baru dilahirkannya. Pada usia 5 bulan, bayinya meninggal akibat "Sudden Infant Death Syndrome" (SIDS) yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai kematian tiba-tiba pada balita yang tidak diketahui penyebabnya. Kematian putrinya yang mendadak, membuat Madonna sangat berduka.

"Saya belum pernah mengalami rasa sakit seperti itu, panik dan merasa sangat hampa. Tapi saat pemakaman, saya mengatakan pada orang-orang bahwa saya percaya sepenuh hati Tuhan tidak akan memberikan rasa sakit jika Dia tidak memiliki sesuatu yang luar biasa untuk saya di masa depan, apa yang harus saya lakukan adalah tetap berada di jalan yang benar dan Tuhan akan menunjukkannya begitu saya siap," ujar Madonna mengenang saat pemakaman bayinya.

Ia mengungkapkan, ketika itu teman-temannya mengatakan bahwa ia akan bertemu dengan putrinya lagi kelak. Madonna menanyakan bagaimana orang tahu bahwa ia akan masuk surga? Hanya karena ia seorang Kristiani, tidak ada jaminan ia masuk surga apalagi ia bukan seorang Kristiani yang taat. Begitu banyak pertanyaan Madonna yang tak terjawab. Tanpa sadar ia mulai mempertanyakan soal "satu agama yang benar" yang bisa menjaminnya masuk surga untuk bertemu lagi dengan putrinya.

Madonna sejenak melupakan pertanyaan itu. Ia mendapat pekerjaan di sebuah bar di Indianapolis dan bertemu seorang perempuan yang kemudian menjadi sahabat baiknya. Temannya itu memiliki sejumlah bisnis, tapi bisnisnya tidak terlalu sukses. Suatu hari, temannya itu menanyakan apakah Madonna mau pergi ke Malaysia. Ia mengatakan butuh tenaga Madonna untuk membeli busana model Malaysia, membuat foto-fotonya dan mencari sesesorang yang bisa menangani ekspor impor. Tanpa pikir panjang, Madonna menerima ajaka temannya itu.

"Saya tiba di Kuala Lumpur di pertengahan bulan Ramadan. Saya belum pernah mendengar soal agama Islam dan tidak tahu bahwa Malaysia adalah negara Muslim. Saya melihat hampir semua perempuan menutupi kepalanya dengan kerudung bahkan dalam cuaca yang sangat panas. Saya juga menyaksikan bagaimana orang-orang berusaha bersikap baik pada saya," tutur Madonna.

"Seorang sahabat yang sangat spesial menjelaskan pada saya bahwa Malaysia adalah negara Islam, dan Muslim meyakini jika mereka berbuat baik pada orang lain, Allah akan senang dan akan memberikan pahala bagi mereka di Hari Akhir nanti," sambungnya menirukan penjelasan sahabat spesialnya.

Di sisi lalin Madonna melihat sisi negatif Islam, seperti pandangan orang-orang yang sebenarnya tidak banyak tahu tentang Islam. Ia lalu membeli beberapa buku Islam, termasuk Al-Quran dan mulai mempelajari Islam. Banyak pertanyaan yang diajukannya tentang ajaran Islam, misalnya; mengapa perempuan harus menutup seluruh tubuhnya kecuali tangan dan wajah, mengapa muslim sangat bahagia dan mau berpuasa sepanjang siang hari, mengapa ada orang mau berlapar-lapar dan itu membuat mereka bahagia? Madonna merasa tidak ada orang yang bisa berbahasa Inggris dengan baik untuk menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya itu, sehingga Madonna memilih untuk mencarinya dalam Al-Quran.

"Semakin saya mendalami agama Islam, saya makin sering bertanya-tanya apakah ini jalan untuk bertemu dengan putri saya, apakah agama ini akan membawa saya ke surga?" imbuh Madonna.

Ganjalan terbesar bagi Madonna tentang Islam adalah perbedaan konsep Yesus (Nabi Isa) dalam Kristen dan Islam. Ia membayangkan betapa sulitnya menjelaskan pada keluarganya soal perbedaan itu. "Saya punya persoalan di sini, haruskah saya mengambil tantangan ini ... menjadi seorang muslim dan berjalan menuju surga? Atau saya menolak kebenaran yang telah saya yakini dalam hati hanya karena takut akan penentangan dari keluarga dan teman-teman saya ... dan hanya untuk tinggal di neraka selama-lamanya?" hati Madonna masih risau.

Pikiran apakah ia seharusnya segera masuk Islam atau tidak membuatnya merasa gelisah setiap hari. Bagi Madonna, keputusan itu tidak mudah. Islam bukan agama paruh waktu, seorang muslim sejati tidak mempratekkan Islam satu kali seminggu. Islam adalah agama yang menyeluruh dengan tantangan dan perjuangan yang berat, tapi juga memberikan banyak keindahan. "Makin banyak Anda belajar dan memahami (Islam), semakin Anda menyadari bahwa Anda hanya harus memulai sebuah langkah, yang membuat Anda harus berusaha keras dan belajar lebih banyak lagi," ungkap Madonna.

Dan sampailah ia pada suatu hari dimana ia dengan mantap mengatakan,"Ok, saya yakin, saya akan masuk Islam" dan sejak itu segala keresahan dan kegundahannya sirna. "Alhamdulillah. Semua rasa pedih yang saya alami di masa lalu, termasuk rasa sakit akibat kematian putri saya, semuanya sirna. Tak ada lagi mimpi buruk dan saya merasakan kedamaian yang luar biasa," tandas Madonna.

Madonna mengunjungi PERKIM, sebuah organisasi muslim di Malaysia dan ia di sana ia mengucapkan dua kalimat syahadat. "Hati saya diliputi kedamaian dan rasa cinta pada Allah Swt. Alhamdulillah," tukasnya.

"Tentu saja tantangan masih menghadang. Menjadi seorang muslim bukan berarti saya tidak menghadapi masalah. Tapi menjadi seorang muslim, saya punya solusi atas semua persoalan yang menghampiri saya, dengan mengikuti jalan kebenaran, jalan Islam. di ujung jalan ini, terbentang surga, ada putri saya dan banyak kenikmatan lainnya."

"Segala puji bagi Allah Swt. yang telah membawa saya ke dalam kebenaran dan atas rahmat-Nya yang telah menjadikan saya seorang muslim," tandas Madonna. (ln/oi)

I'm Muslimah and Very Happy

Bagaimana tidak bahagia, kalau dengan kemuslimahan ini kami masih tetap bisa melakukan banyak hal tanpa perlu melanggar aturanNya. Bagaimana tidak bahagia, kalau dengan kemuslimahan ini kami menjadi lebih baik dari hari ke hari dalam ketaatan karenaNya. Dan bagaimana kami tidak bahagia, karena semakin kami bangga dengan kemuslimahan ini, maka semakin Allah menyayangi kami.

Tahukah engkau apa artinya jika Allah telah sayang pada seseorang? Mari kita dengar firmanNya dalam sebuah hadits qudsi :

Berkata Abu Hurairah RA bahwasanya Nabi SAW bersabda :

Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia Ta’ala memanggil Jibril AS seraya berfirman :

"Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan maka cintailah dia.”

Beliau SAW kemudian bersabda :

Maka Jibril AS pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil terhadap penghuni langit : ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia.’ Maka seluruh penghuni langit mencintainya. Kemudian di bumi ia diterima.

Apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia Ta’ala memanggil Jibril AS seraya berfirman :

"Sesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah ia"

Lalu ia dibenci oleh Jibril AS. Kemudian Jibril AS memanggil penghuni langit : ‘Sesungguhnya Allah membenci Fulan, maka bencilah kamu sekalian terhadapnya.'

Kemudian Beliau SAW bersabda : Kemudian ia di bumi dibenci oleh orang-orang.

[HQ. 3.5 Ditakhrijkan oleh Al-Bukhari, Muslim] [MZ74-79]

Lalu, apa lagi yang kurang dalam hidup ini jika Allah SWT, para malaikat, penghuni langit, dan penghuni bumi sedemikian istimewa menempatkan kita? Yakinlah, kita tak kan pernah merasa sendiri meski sedang seorang diri.

Akan selalu ada kebaikan dalam kebaikan tercipta, karena memang demikianlah keberkahan hidup terengkuh. Dan pastinya berbeda sekali dengan kedudukan orang kedua dalam hadits tersebut, dimana pasti menjadi pilihan berikutnya jika tak memilih pilihan sebelumnya, yaitu menjadi seseorang yang dicintai Allah SWT.

Jika jelas demikian, lalu alasan apa yang masih membuat sebagian dari kita enggan hidup dengan kemuslimahan ini?

Apa? Jadi muslimah itu ribet?

Apakah yang kau anggap ribet itu mengenakan kain penutup kepala yang lebar hingga menjuntai ke dada? Sementara itu adalah penjagaan terbaik dari Allah yang disebut hijab. Yang maknanya lebih dari sekedar kain penutup kepala. Yang dengannya engkau tak hanya aman, namun juga mengamankan mata dari yang bukan haknya.

Apakah yang kau sebut ribet itu harus memakai pakaian panjang longgar dan tidak transparan? Sementara justru itulah letak harga diri fisikmu. Pun demikian, kau juga aman dan mengamankan syahwat para lelaki tak kuat iman. Itulah yang disebut langkah preventif dari pintu perzinahan, terlebih (na’udzubillahi min dzalik) pemerkosaan.

Kalaupun toh memang ribet, hanya seribet itu kan? Ribet yang tak'kan membuat hidupmu sengsara. Sedikit kepanasan bukan masalah besar, toh akan menjadi sangat biasa jika kau mengenakannya tiap hari.

Ah, jika kita bicara ribet, bukankah shalat lima waktu itu lebih ribet dari pada yang “sembahyang” sepekan sekali? Jangan-jangan kau mengatakan shalat lima waktu juga ribet? Ups, maaf… bukan bermaksud su’udzan, hanya selintas pikiran yang tiba-tiba muncul sebagai bahan perbandingan.

***

Apa? Jadi muslimah itu sulit?

Hei, jangan membuatku tertawa. Bukannya justru sangat simple dan sangat nyaman dengan apa yang ada. Tidak perlu punya se-tas make-up tuk memoles wajah agar tetap terlihat cantik menarik, toh wanita bukanlah benda pajangan yang harus menarik perhatian. Kita sedang tidak jualan diri kawan! Tapi kita sedang hidup dengan akal, hati, dan jasad kita sebagai manusia yang bemartabat.

Muslimah tidak perlu update fashion hanya agar tidak dibilang kampungan dan ketinggalan jaman. Karena pakaian takwa ini adalah model yang tidak pernah lekang dimakan jaman. Akan tetap seperti ini dari dulu dan sampai kapanpun. Kenapa bisa demikian? Karena acuan syarat pakaian takwa ini sudah dipatenkan langsung dari yang menciptakan jaman, yang tentu saja lebih tahu tentang perkembangan jaman. Acuan syarat yang jauh lebih valid dan sempurna, karena juga diperhatikan efek samping untuk diri sendiri maupun untuk orang di sekitar.

Jadi, apanya yang sulit? Oh, apakah tidak bersentuhannya dengan lawan jenis yang bukan mahram, meskipun hanya berjabat tangan itu yang disebut sulit? Ketahuilah, bahwa justru itulah bagian dari istimewanya muslimah. Tak disentuh selain pada yang sudah berhak. Dengan garis jelas antara haram dan halal.

Dan siapa bilang sulit? Hanya perlu sedikit bersiasat agar tetap aman dan nyaman. Misalnya engkau hanya perlu menelangkupkan kedua tangan di depan dada, sedikit tersenyum sambil berucap, “Maaf, saya sudah wudhu.” kalau ketemu lawan dan suasana yang tidak kondusif untuk menjelaskan bahwa memang selain mahram dilarang bersentuhan. Karena tidak bisa dipungkiri masih banyak yang “belum bisa menerima” bahkan ada yang belum mengerti tentang hukum yang satu ini, dimana pernah dikisahkan bahwa Nabi SAW lebih memilih ditusuk dengan besi panas dari pada menyentuh wanita yang bukan mahram.

Dan ini sedang tidak berbohong, karena kalimat bentuk lampaunya tidak menjelaskan kapan waktu wudhunya, “sudah wudhu” bisa berdurasi sejam yang lalu, sehari yang lalu, seminggu yang lalu, sebulan yang lalu, atau kalau perlu setahun yang lalu. Jadi, kalau masih juga bilang sulit, itu tandanya sih kurang kreatif saja kali ya?

***

Apa? Jadi muslimah itu kudu pinter ngaji? Banyak tahu tentang hukum agama? Tidak boleh tertawa cekakan? Tidak boleh teriak-teriak? Tidak boleh jutek? Tidak boleh bla, bla, bla…

Ayolah kawan, jangan lagi cari alasan, karena semakin banyak alasan semakin menunjukkan kualitas diri, pun semakin menunjukkan kesalahan. Semuanya ada awal mulanya, semua ada proses dan alurnya. Engkau hanya perlu satu kata kunci sukses menjadi muslimah, yaitu taat. Bahasa Al-Qur’an-nya sih sami’na wa atha’na. Karena demikianlah sikap dan sifat para sahabat/sahabiyah dahulu ketika menerima ketentuan syari’at dari untaian tutur sang Nabi SAW.

Taatlah niscaya akan bahagia. Bukan bahagia yang semu, bukan bahagia yang dibayangi kekhawatiran takut kehilangan kebahagiaan itu sendiri. Tapi ini bahagia yang menghujam ke dasar kalbu. Bahagia yang membahagiakan. Karena hanya ada kata sabar dan syukur di dalamnya, yang bermula dari rasa yang sama; percaya akan kebaikan-kebaikan di setiap takdirNya. Tak ada umpatan, keluhan, apalagi penyesalan tentang kehidupan.

Jadi jika demikian tentang kebahagian itu, maka kamilah yang paling lantang berkata, “I’m muslimah and very happy.”

***

RF_Hayuh… Tunjukkan kemuslimahanmu…

Tetap survive untuk rentang waktu yang pajang dan melelahkan, dalam batasan usia kita. Karena memang, ya, kita sedang menapaki jalan terjal dan berliku, penuh onak duri.

UMMI

Ratu Elizabeth juga dikenal sebagai wanita ke 111 terkaya diseluruh dunia, dan beberapa wanita lainnya dari india juga terkenal dengan kekayaannya. Namun ada satu wanita hebat yang diam dan sederhana dan merupakan wanita paling kaya dan kalau mau bisa menjadi wanita terkaya di dunia.

Namun keimanan di dadanya yang tinggi membuat dirinya menjadi nampak biasa saja, namun karena ketaatannya kepada Allah membuat dia menjadi seorang wanita yang sosoknya dikenal seluruh umat yang jumlahnya bermilyar-milyar dari jaman dahulu hingga sekarang.

Allah pun meninggikan dirinya dengan menjadikan tingkah lakunya berjalan mondar-mandir sejauh beberapa kilometer dalam kepanasan dan ketegangan, menjadi sebuah rukun syariah yang diikuti semua orang di seluruh dunia.

Subhanallah Siti Hajar, wanita solehah penemu air zam-zam, sumur yang tak pernah kering, sumur ajaib yang muaranya tidak diketahui berasal dari mana. Sumur yang berisi air yang diminati banyak orang, bahkan di Indonesia ada beberapa toko yang menjual se-dirigen air zam-zam dengan harga 50 ribu rupiah.

Bila air zam-zam dijual, dan menyebar distribusinya diseluruh dunia, betapa kaya rayanya Siti Hajar, dan kita wajib memasukkan beliau sebagai wanita terkaya diseluruh dunia tanpa harus melakukan tindakan maksiat untuk mendapatkan kekayaannya.

Wanita yang mulia itu adalah simbol ketaatan pada Allah, dengan status yang kurang menguntungkan sebagai hamba sahaya Nabi Ibrahim dan istri kedua dari sang nabi, beliau ketika diperintahkan oleh sang suami untuk tinggal di gurun tanpa air tanpa makanan. Awalnya beliau menolak karena wanita mana yang mau ditinggal di gurun tanpa apapun. Kita saja kalau ditinggal di mal tanpa uang, mungkin juga tidak akan mau, padahal di mal sudah jelas dingin dan banyak orang, sedangkan ini di gurun, bayangkan...!

Jawaban Siti Hajar kepada sang suami hanyalah “bila Allah yang menyuruh, maka aku taat.” Subhanallah, ketaatannya berbuah hadiah yang manfaatnya dirasakan oleh sangat banyak orang dari sejak jamannya sampai jaman anak cucu kita. Sumur ajaib yang airnya mengalir tiada henti, tidak akan pernah kering, itu adalah bukti mukjizat Allah sampai hari ini.

Dengan bekal taat, maka Siti Hajar menjadi wanita yang patut diambil hikmah dari kehidupannya sebagai seorang wanita yang sederhana.

1. Taat kepada Allah walaupun secara logika terasa sangat berat.

2. Perbuatannya yang sungguh-sungguh dan hanya berharap pada Allah, yaitu berlari mencari air kehidupan untuk anaknya, diikuti semua orang dari seluruh dunia, berbagai bangsa, berbagai usia, bahkan Obama sekalipun bila masuk Islam dan naik haji, wajib mengikuti perbuatan Siti Hajar, sosok wanita sederhana.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ

وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. dan Telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". (QS. Al-Baqarah [2] : 125)

3. Dialah wanita yang dicintai Allah, dan berusaha untuk hidup dan menghidupkan kesejahteraaan umat (terbukti akhirnya banyak kafilah dagang yang membuat perkampungan di sekitar sumur zam-zam).

Siti Hajar, dialah wanita yang tidak punya apa-apa, hanya iman di dada yang akhirnya membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada.



Dari Abi Umamah ia berkata: “Ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, apakah hak kedua orang-tua atas anak mereka?” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Keduanya (merupakan) surgamu dan nerakamu.” (HR Ibnu Majah)

Hal ini sejalan dengan hadits berikut ini: Dari Abdullah Ibnu Amar al-'Ash Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua." (HR Tirmidzi)

Namun yang menarik ialah ditemukannya hadits yang secara khusus mengungkapkan haramnya durhaka kepada sang ibu. Sedangkan hal ini tidak kita temukan dalam kaitan dengan larangan berlaku durhaka kepada sang ayah. Sudah barang tentu ini tidak berarti bahwa berlaku durhaka kepada fihak ayah dibenarkan. Yang jelas dengan adanya larangan khusus berlaku durhaka kepada fihak ibu cuma menunjukkan betapa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi martabat kaum ibu.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ

Bersabda Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Allah melarang kalian durhaka kepada ibu kalian.”(HR Bukhary)

Dalam hadits lain kita juga dapati bagaimana Islam menyuruh menghormati ibu sekalipun ia bukan orang beriman seperti hadits yang diriwayatkan oleh Asma puteri sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq berikut ini:

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْ

قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ

صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قُلْتُ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُ أُمِّي قَالَ نَعَمْ صِلِي أُمَّكِ

Asma binti Abu Bakar berkata: “Telah datang kepadaku ibuku dan dia seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Maka aku datang kepada Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam meminta fatwa beliau. Aku bertanya kepada beliau: ”Telah datang kepadaku ibuku sedangkan ia punya suatu keperluan. Apakah aku penuhi permintaan ibuku itu?” Maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Iya, penuhilah permintaan ibumu itu.” (HR Bukhary)

Mengapa kaum ibu sedemikian diutamakan? Karena mereka adalah fihak yang sejak masih mengandung anak saja sudah merasakan beban memikul tanggung-jawab membesarkan anak-anaknya. Mereka adalah pendamping, penyayang, pengasuh dan pengajar pertama dan utama bagi seorang anak. Ibu adalah fihak yang paling banyak direpotkan oleh anak semenjak mereka masih kecil. Begitu lahir anak menuntut air susu ibunya. Keinginan minum ASI seringkali tidak pandang waktu. Bisa jadi seorang ibu di tengah malam ”terpaksa” bangun mengorbankan waktu istirahatnya demi menyusui buah hatinya.

Seorang ibu juga direpotkan ketika anaknya ngompol dan buang air besar. Ibulah yang biasanya harus mencebok dan membersihkan anaknya. Semakin ikhlas seorang ibu mengerjakan semua aktifitas tadi maka semakin melekatlah si anak kepada dirinya. Di balik segala kerepotan tadi sesungguhnya terjalinlah ikatan hati yang semakin kokoh antara ibu dan anak. Itulah sebabnya ketika seseorang sudah dewasa sekalipun, tatkala dalam kesepian tidak jarang rasa rindu akan belaian tangan ibunya yang penuh kasih sayang terkenang kembali.

Dalam pepatah Arab ada ungkapan berbunyi Al-Ummu madrasah (ibu adalah sekolah). Benar, saudaraku. Seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Ibulah yang pertama kali mengajarkan banyak pelajaran awal tentang kehidupan kepada anak. Apalagi di zaman penuh fitnah seperti sekarang dimana al-ghazwu al-fikri (perang pemikiran/ perang budaya/ perang ideologi) datang menyerbu rumah-rumah kaum muslimin. Serbuan itu datang dari berbagai penjuru. Bisa dari televisi, internet, facebook, buku bacaan, komik, majalah, nyanyian, musik, pergaulan bahkan dari sekolah formal...! Maka kehadiran seorang ibu yang memiliki wawasan pengetahuan luas menjadi laksana penjaga benteng terakhir bagi anak-anaknya. Ibulah yang bertugas membentengi, memfilter dan mengarahkan anak-anak menghadapi berbagai serbuan perang budaya tadi.

Di masa kita dewasa ini saat mana faham ateisme, materialisme, sekularisme, liberalisme dan pluralisme begitu dominan mewarnai kehidupan masyarakat dunia, maka kehadiran seorang ibu sendirian mendampingi anak-anaknya kadang dirasa kurang memadai. Sehingga kerjasama antara ayah-mukmin dan ibu-mukminah sangat diperlukan. Dalam dunia modern anak-anak kita sangat perlu pengarahan yang sangat kokoh dan kompak dari kedua orang-tuanya sekaligus untuk meng-counter serangan musuh-musuh Islam yang pengaruh buruknya semakin hari semakin hegemonik.

Betapapun, seorang ayah tidak mungkin diharapkan untuk terus-menerus berada di rumah karena tuntutan mencari ma’isyah (penghasilan) bagi anak-isterinya. Oleh karenanya kehadiran dan keaktifan peran seorang ibu di rumah mendampingi anak-anaknya menjadi sangat strategis. Oleh karenanya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyetarakan hadir dan aktifnya seorang ibu mendampingi anak-anaknya di rumah dengan aktifitas jihad fi sabilillah yang dilakukan oleh kaum pria di medan perang menghadapi musuh-musuh Allah.

عن أنس، رضي الله عنه، قال: جئن النساء إلى رسول الله

صلى الله عليه وسلم فقلن: يا رسول الله، ذهب الرجال

بالفضل والجهاد في سبيل الله تعالى، فما لنا عمل ندرك به

عمل المجاهدين في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

"من قعد -أو كلمة نحوها -منكن في بيتها فإنها تدرك

عمل المجاهدينفي سبيل الله".

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Kaum wanita datang menghadap Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bertanya: “Ya Rasulullah, kaum pria telah pergi dengan keutamaan dan jihad di jalan Allah. Adakah perbuatan bagi kami yang dapat menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah?” Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Barangsiapa di antara kalian berdiam diri di rumahnya maka sesungguhnya ia telah menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah.” (HR Al-Bazzar)

Senin, 08 November 2010

Kisah Sedih Dari Makhluk Allah


Oleh Imran Djau pada Senin 08 November 2010, 09:57 AM


Kisah ini merupakan kisah tauladan, sangat inspiratif dan mendidik. Kami mengutipnya dari akun facebook milik Ukhti Jeanny Dive, semoga bermanfaat.

Bismillaahir rohmanir rohiim. Assalamu'alaykum warohmatullahi wa barokaatuh.

Saudara-saudariku tercinta yang dirahmati oleh Allah ta'ala...

Sesungguhnya seluruh makhluk ciptaan Allah ta'ala itu, pasti akan dihimpun kembali oleh Allah pada 'yaumul qiyamah' nanti. Binatang, tumbuh-tumbuhan, hingga makhluk ghaib yang tidak tertangkap oleh indera kita sekali pun, juga merupakan makhluk-Nya yang berkaum-kaum dan umat sebagaimana kita selaku manusia. Untuk itu marilah kita saksikan firman Allah ta'ala yang menyebutkan perihal ini :

"Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Allah mereka dihimpunkan." (QS. Al-An'aam {6}:38).

Oleh karena mereka juga umat seperti kita, maka (semisal) binatang, tentu di antara mereka juga terdapat naluri rasa kasih dan sayang, serta saling mencintai di antara sesama jenis atau kaumnya. Begitu juga sebaliknya, bisa jadi mereka saling membenci bahkan saling membunuh! :'( Maka sebagai makhluk (sejenis) yang bersaudara, tentu saja kita ingin mengetahui "kesamaan" kita dengan binatang, dalam hal peranan cinta dan kasih sayang di antaranya.

Untuk itu duhai saudara-saudariku tersayang, saksikanlah adegan-adegan gambar berikut ini...

Tampak seekor burung betina terseok-seok di sebuah jalan raya. Bisa jadi ia sakit, sehingga tidak mampu mengepakkan sayapnya untuk terbang. "Ooh... kemanakah engkau mencari makanan wahai suamiku.." ucapnya lirih ~~~

"Istriku, maafkan aku telah membuatmu lama menungguku. Sekarang makanlah ini dulu, semoga dapat menguatkanmu, dan kamu dapat terbang agar kita segera pulang.." ajak sang suami kepada istrinya, dan berusaha menyuapi makanan yang di bawanya. Namun kondisi sang istri kian melemah, semakin lemah, lalu terbaring...

"Wahai istriku, mengapa engkau tak memakan makanan yang aku suapi? Dan mengapa pula engkau tidur di jalanan ini? Ayolah istriku, mari kita pulang..." Sang suami pun berusaha mengangkat tubuh istrinya yang sudah terkulai dan tidak bergerak lagi....

Mendapati istrinya yang sudah tidak bergerak dan terbujur kaku, barulah sang suami menyadari bahwa istrinya... telah mati! "Istriku... bangunlah, bangunlah sayang... Jangan engkau tinggalkan aku seperti ini..." jerit sang suami...

"Yaa Allaah... hidupkanlah kembali istriku yaa Allah, hidupkanlah kembali yaa Allah... huu..huuu..." ratap sang suami memohon kepada Rabb-nya.

Namun akhirnya suami burung itu menyadari, bahwa pertemuan, jodoh, rezeki, dan maut merupakan kehendak dan ketentuan dari Allah subhanahu wa ta'ala. Maka sang suami pun akhirnya pasrah dan berdoa... "Yaa Allah, bila ini sudah menjadi ketentuanmu, maka aku ikhlas. Ampunilah kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan oleh istriku, dan tempatkanlah ia di sisi-Mu yang terbaik. Yaa Allah, bila engkau mengizinkannya, pertemukan dan satukanlah kami kembali di Jannah-Mu. Sungguh aku mencintainya karena-Mu yaa Allah, maka dengarkanlah permohonanku ini. Inna lillaahi wa inna illaaihi rooji'uun..."

Wahai saudara-saudariku yang semestinya saling mencintai karena Allah...

Tidakkah engkau merasa malu ketika mendapati keberadaan suatu umat, dimana mereka sesungguhnya tidak memiliki akal, namun hanya dengan menggunakan nalurinya saja, mereka mampu bersaudara dan saling mencintai di antaranya...!?

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (dienul) Allah, janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Ali Imran {3}:103).

Wahai hamba Allah yang semestinya bersaudara, hentikanlah permusuhan sesamamu. Jadikanlah perbedaan dan khilafiyah itu,sebagai rahmat yang memang ditakdirkan oleh Allah ta'ala untuk kita. Maka yakinlah wahai saudara-saudariku tersayang, bahwa Ukhuwah Islamiyah dan rapatnya barisan umat, merupakan KEMENANGAN Dien Islam yang sesungguhnya.

Yaa Allah, saksikanlah... ^_^,

Billaahi taufik wal hidayah,

Wassalamu'alaykum wr.wb.



Source: http://arrahmah.com/index.php/blog/read/9821/kisah-sedih-dari-makhluk-allah#ixzz14kBhpPrQ

Jumat, 05 November 2010

Bahaya Minuman Soft Drink!

Oleh Imran Djau pada Jum'at 05 November 2010, 06:05 AM
Print

Ada beberapa alasan kenapa Soft drink itu dapat merusak kesehatan kita. Ada beberapa point yang didapatkan dari beberapa sumber, seperti yang disebutkan di bawah ini:

1. Untuk membersihkan toilet :

Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet.
Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih.
Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik .

2. Untuk membersihkan radiator mobil :

Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator.
Panaskan mesin 15-30 menit.
Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator.
Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

3. Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil:

Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola.

4. Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :

Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.

5. Untuk melonggarkan baut yang berkarat :

Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat.

6. Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :

Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal.
Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.

Untuk Perhatian Kita

PH rata-rata dari soft drink,

a.l. Coca-Cola & Pepsi adalah 3.4..

Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang!

Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th.

Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkat keasaman makanan yang masuk.

Semua Calcium yg larut berkumpul di dalam arteri,urat nadi, kulit, urat daging dan organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.

Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral).

Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif seperti pengawet dan pewarna.

Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, coba tebak apa akibatnya? Akibatnya?

Tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 supaya enzim pencernaan berfungsi.

Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37,terkadang mendekati 0.

Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan kita,mencerna lebih sedikit makanan.

Bahkan makanan tersebut difermentasi.

Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun,yang diserap oleh usus, diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.

Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.

Beberapa Contoh..

Beberapa bulan lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi :

Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak??

Pemenangnya meminum 8 botol dan mati seketika karena kelebihan Karbondioksida dalam darah dan kekurangan oksigen..

Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas.

Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut!

Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati

Bayangkan apa yang dilakukan minuman tersebut pada usus dan lapisan perut kita yang halus!


Source: http://arrahmah.com/index.php/blog/read/9780/bahaya-minuman-soft-drink#ixzz14TyOzCOS

Rabu, 03 November 2010

KENAPA AKU DIUJI?


Surah Al-Ankabut ayat 2-3

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

Surah Al-Baqarah ayat 216
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

Surah Al-Baqarah ayat 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

RASA FRUSTASI?

Surah Al-Imran ayat 139
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Surah Al-Imran ayat 200
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah
supaya kamu beruntung.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Surah Al-Baqarah ayat 45
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu‘.

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

Surah At-Taubah ayat 111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.


KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

Surah At-Taubah ayat 129
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!

Surah Yusuf ayat 87
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

I--------------------------------------------------------------I

Surah An-Nisaa' ayat 86
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah
memperhitungkan segala sesuatu.

Mari kita berbenah dan terus berbenah..untuk mempersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita...

Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah...
Dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun… selama ALLAH SWT
menjadi “ just The ONE goal“ Insya Allah akan "bahagia" sebagaimana doa yang sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

GHOSHOB

  Jika di pesantren, istilah ini sudah sangat familiar. Hanya saja pengertian dan prakteknya sesungguhnya ada perbedaan dari makna ghoshob s...