Selasa, 12 November 2013

Amalan sunnah di bulan Muharram


Berikut adalah beberapa .

Memperbanyak puasa selama bulan Muharram

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ الله الْمُحَرَّمِ

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim),

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan :

اَلْيَوْمَ يَوْمُ عَاشُوْرَاء وَهَذَا الشَّهْرُ - يَعْنِى شَهْرُ رَمَضَانَ - مَارَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ اللهُ عَلَى غَيْرِهِ اِلاَّ هَذَا.

“Saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih satu hari untuk puasa yang lebih beliau unggulkan dari pada yang lainnya kecuali puasa hari Asyura’, dan puasa bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Puasa Asyura’ (puasa tanggal 10 Muharram)

Dari Abu Musa Al Asy’ari radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

كَانَ يَوْمُ شُعَرَاءَ تُعِدُّهُ الْيَهُودُ عِيْدًا قَالَ النَبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ فَصُوْمُوْهُ أَنتُمْ.

Dulu hari Asyura’ dijadikan orang Yahudi sebagai hari raya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasalah kalian.” (HR. Al Bukhari)

Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan :

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ: كَفَّارَةُ سَنَةً

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa Asyura’, kemudian beliau menjawab: “Puasa Asyura menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ وَالْيَهُوْدُ تَصُوْمُ عَاشُوْرَاءَ فَقَالُوْا هَذَا يَوْمٌ ضَهَرَ فِيْهُ مُوْسَى عَلَى فِرعَوْنَ فَقَالَ النَّبِيِّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَانِهِ: أَنْتُمْ أَحَقُّ مُوْسَى مِنْهُمْ فَصُوْمُوْا.

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang Yahudi berpuasa Asyura’. Mereka mengatakan: Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat: “Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang Yahudi), karena itu berpuasalah.” (HR. Al Bukhari).

Puasa Asyura’ merupakan kewajiban puasa pertama dalam Islam, sebelum Ramadlan. Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz radliallahu ‘anha, beliau mengatakan:

أَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاة عَاشُوْرَاءَ اِلَى قُرَى الْأَ لْضَارِ مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ قَالَتْ فَكُنَّا نَصُوْمُهُ بَعْدَ وَنَصُوْمُ صِبْيَاتُنَا وَنَجْعَلُ لَهُم اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ فَأِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامَ أَعْطَيْنَاهُ ذَلِكَ حَتَّى يَكُوْنَ عِنْدَ الْاِفْطَانِ

Suatu ketika, di pagi hari Asyura’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Madinah untuk menyampaikan pesan: “Siapa yang di pagi hari sudah makan maka hendaknya dia puasa sampai maghrib. Dan siapa yang sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya.” Rubayyi’ mengatakan: Kemudian setelah itu kami puasa, dan kami mengajak anak-anak untuk berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan, kami memberikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, puasa Asyura’ menjadi puasa sunnah. A’isyah radliallahu ‘anha mengatakan:

كَانَ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ تَصُوْمُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَهِلِيَّةِ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِيْنَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ فَلَمَّ فَرَضَ رَمَضَانَ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ.

“Dulu hari Asyura’ dijadikan sebagai hari berpuasa orang Quraisy di masa jahiliyah. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melaksanakn puasa Asyura’ dan memerintahkan sahabat untuk berpuasa. Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, beliau tinggalkan hari Asyura’. Siapa yang ingin puasa Asyura’ boleh puasa, siapa yang tidak ingin puasa Asyura’ boleh tidak puasa.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Puasa Tasu’a (puasa tanggal 9 Muharram)

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau menceritakan:

حِيْنَ صَامَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوْا: يَارَسُوْلَ الله أَنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُوْدُ وَنَّصَارَى فَقَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ اِنْ شَاءَ اللهُ صُمنَا الْيَوْمو التَّاسِعَ قَالَ: فَلَمْ يَأَتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura’ dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. Kemudian ada sahabat yang berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura adalah hari yang diagungkan orang Yahudi dan nasrani. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahun depan, kita akan berpuasa di tanggal sembilan.” Namun, belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsudah diwafatkan.” (HR. Al Bukhari)

Tingkatan Puasa Asyura

Ibnul Qayim menjelaskan bahwa puasa terkait hari Asyura ada tiga tingkatan:

1. Tingkatan paling sempurna, puasa tiga hari. Sehari sebelum Asyura, hari Asyura, dan sehari setelahnya.

2. Tingkatan kedua, puasa tanggal 9 dan tanggal 10 Muharram. Ini berdasarkan banyak hadits.

3. Tingkatan ketiga, puasa tanggal 10 saja. (Zadul Ma’ad, 2/72).*

Selasa, 01 Oktober 2013

Sikap jelek dan kebencian orang-orang Kafir terhadap Al-Qur'an & Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam



Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh…

Ikhwani wa akhawati fillah rahimakumullah…

Tadabbur kita hari ini ialah tentang ayat-ayat yang terkait dengan karakter orang kafir terhadap Al Qur’an dan Islam. Inilah sebagian Ayat-ayat yang menjelaskan sikap jelek orang-orang kafir terhadp Al Qur’an dan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

1. Orang Kafir berkata: Al Qur’an Adalah Kebohongan dan Cerita-cerita Usang.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا * وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا * قُلْ أَنزَلَهُ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Orang-orang kafir berkata: “Al-Qur’an ini hanyalah perkataan dusta yang dibuat oleh Muhammad. Dia membuat Al-Qur’an ini dibantu oleh sekelompok kaum Yahudi dan Nasrani.” Sungguh orang-orang kafir itu telah berbuat zhalim dan melakukan kebohongan yang sangat keji. Orang-orang kafir berkata: “Al-Qur’an ini hanyalah dongeng-dongeng umat-umat masa lalu yang dituliskan dan didiktekan kepada Muhammad pagi dan sore hari.” Wahai Muhammad, katakanlah: “Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan yang mengetahui segala rahasia yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.”" (QS. Al Furqan, 25: 4-6)

2. Orang Kafir berkata: Al Qur’an adalah Mimpi-mimpi kalut yang dibacakan oleh seorang Penyair.

Allah Ta’ala berfirman:

مَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ * لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ * قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ * بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَ

“Setiap ada ayat Al-Qur’an datang kepada orang-orang musyrik, mereka pasti mendengarkannya dengan sikap mengejek. Hati orang-orang musyrik itu selalu melalaikan hari akhirat, dan mereka merahasiakan rencana jahat mereka kepada Nabi. Mereka berkata: “Bukankah Muhammad adalah manusia seperti kita juga? Patutkah kalian mengikuti Muhammad yang datang membawa sihir berupa Al-Qur’an? Padahal kalian tahu bahwa Al-Qur’an adalah sihir.” Muhammad berkata: “Wahai Tuhanku, Engkau mengetahui semua ucapan di langit dan di bumi. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Bahkan orang-orang musyrik berkata: “Al-Qur’an ini adalah perkataan orang yang mengigau, atau Muhammad telah merekayasa kebohongan, atau Muhammad juga seorang penyair. Karena itu, seharusnya Muhammad dapat menunjukkan mukjizat kenabian kepada kita sebagaimana rasul-rasul dahulu.” (QS. Al Anbiya’, 21: 2-5)

3. Orang Kafir berkata: Al Qur’an adalah dongeng-dongeng Purbakala.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ * وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

“Wahai Muhammad, ingatlah ketika kaum kafir Makkah mengatur siasat buruk terhadapmu, untuk menangkap kamu atau membunuh kamu, atau mengusir kamu dari Makkah. Mereka melakukan tipu daya terhadap kamu, lalu Allah menyelamatkan kamu dari tipu daya mereka. Allah adalah sebaik-baik pengatur tipu daya untuk menghancurkan orang-orang kafir. Wahai Muhammad, ketika kamu membacakan Al-Qur’an kepada kaum musyrik Makkah, mereka berkata: “Kami mendengar. Sekiranya kami mau membuat bacaan seperti Al-Qur’an, maka kami juga bisa melakukannya karena Al-Qur’an itu hanyalah dongeng-dongeng masa lalu.” (QS. Al Anfal, 8: 30-31)

4. Orang Kafir berkata: Al Qur’an adalah rekayasa kebohongan dan sihir yang yang nyata.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا رَجُلٌ يُرِيدُ أَن يَصُدَّكُمْ عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُكُمْ وَقَالُوا مَا هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ مُّفْتَرًى ۚ وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ * وَمَا آتَيْنَاهُم مِّن كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا ۖ وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِن نَّذِيرٍ * وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْ فَكَذَّبُوا رُسُلِي ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

“Ketika ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah jelas kebenarannya dibacakan kepada orang-orang musyrik, mereka berkata kepada sesama mereka: “Laki-laki yang membacakan Al-Qur’an ini hanyalah ingin membelokkan kita dari tradisi menyembah tuhan-tuhan selain Allah yang dilakukan oleh nenek moyang kita.” Orang-orang musyrik berkata: “Al-Qur’an yang dibawa laki-laki ini hanyalah kebohongan yang dibuat-buat.” Orang-orang kafir berkata tentang Al-Qur’an yang datang kepada mereka: “Sungguh Al-Qur’an ini benar-benar hanyalah sihir.” Kami tidak pernah menurunkan kitab suci kepada bangsa Arab sebelum Al-Qur’an ini, sehingga mereka dapat mempelajari isinya. Wahai Muhammad, sebelum kamu, Kami tidak pernah mengirim rasul kepada bangsa Arab untuk menyampaikan ancaman Tuhanmu. Umat-umat bukan bangsa Arab dahulu Kami binasakan karena mereka telah mendustakan rasul-rasul-Ku. Padahal kekayaan dan kekuatan kaummu tidak mencapai sepuluh persen dari kekayaan dan kekuatan yang Kami berikan kepada mereka dahulu. Mengapa manusia tidak mau memperhatikan adzab-Ku kepada orang-orang yang mendustakan rasul-rasul-Ku?” (QS. Saba’, 34: 43-45)

5. Orang Kafir berkata: Muhammad adalah Ahli Sihir yang banyak Berdusta.

Allah Ta’ala berfirman:

ص ۚ وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ * بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ * كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ فَنَادَوا وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ * وَعَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ * أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ * وَانطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ * مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَٰذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ * أَأُنزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِن بَيْنِنَا ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِّن ذِكْرِي ۖ بَل لَّمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ

“Shaad. Demi Al-Qur’an yang memuat peringatan. Orang-orang kafir benar-benar sangat congkak dan memusuhi agama Allah. Amat banyak negeri yang telah Kami binasakan sebelum kaum kafir Quraisy. Ketika kaum kafir di negeri itu dibinasakan, mereka berteriak: “Alangkah celakanya nasib kami karena tidak ada lagi tempat untuk melarikan diri dari adzab.” Kaum kafir Quraisy heran dengan datangnya seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang menyampaikan ancaman kepada mereka. Orang-orang kafir Quraisy berkata: “Muhammad adalah seorang penyihir lagi pembohong. Bagaimana Muhammad dapat menyatukan tuhan yang begitu banyak ini menjadi satu tuhan saja? Sungguh perbuatan Muhammad ini suatu hal yang tidak masuk akal.” Para pembesar kafir Quraisy keluar, lalu berkata: “Biarkanlah orang ini. Wahai kaum Quraisy, bersabarlah kalian untuk membela tuhan-tuhan yang kalian sembah selama ini. Sungguh perbuatan Muhammad menyatukan tuhan-tuhan kita adalah untuk tujuan tertentu. Wahai kaum Quraisy, kita tidak pernah mendengar ajaran satu tuhan ini dari agama Nasrani. Sungguh ajaran satu tuhan ini adalah kebohongan yang direkayasa. Apakah kepada Muhammad diturunkan Kitab untuk memberi peringatan kepada kita?” Bahkan kaum kafir Quraisy selalu meragukan peringatan-Ku sekalipun saat mereka ditimpa adzab.” (QS. Shaad, 38: 1-8)

6. Akan selalu mengganggu dan kacaukan orang-orang Islam dari Al Qur’an dengan ajaran-ajaran sesat mereka.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ * فَلَنُذِيقَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا عَذَابًا شَدِيدًا وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ * ذَٰلِكَ جَزَاءُ أَعْدَاءِ اللَّهِ النَّارُ ۖ لَهُمْ فِيهَا دَارُ الْخُلْدِ ۖ جَزَاءً بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

“Orang-orang kafir berkata: “Janganlah kalian dengarkan Al-Qur’an ini. Hendaklah kalian buat keributan supaya kalian dapat mengalahkan suara bacaan Al-Qur’an.” Karena itu, sungguh Kami akan menimpakan adzab yang berat kepada orang-orang kafir. Di akhirat Kami akan berikan balasan yang lebih buruk daripada dosa yang mereka lakukan di dunia. Begitulah balasan neraka bagi musuh-musuh Allah. Mereka kekal di dalam neraka, sebagai hukuman atas pengingkaran mereka kepada Al-Qur’an.” (QS. Fusshilat, 41: 26-28)

7. Orang Kafir buta matanya, tersumbat telinganya terhadap Al Qur’an.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ

“Sekiranya Al-Qur’an ini Kami turunkan bukan berbahasa Arab, pasti kaum kafir Quraisy berkata: “Mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan berbahasa Arab yang mudah dipahami? Apakah Al-Qur’an bukan berbahasa Arab, padahal nabi yang membawa Al-Qur’an orang Arab?” Wahai Muhammad, katakanlah: “Al-Qur’an ini menjadi petunjuk dan obat bagi orang-orang yang beriman. Orang-orang yang tidak beriman, mereka menyumbat telinga mereka agar tidak mendengar Al-Qur’an. Mereka juga buta terhadap Al-Qur’an. Mereka itu seolah-olah mendengar suara Al-Qur’an dari tempat yang sangat jauh.” (QS. Fusshilat, 41: 44)

8. Bila Al Qur’an dibacakan dihadapan orang kafir, akan menampakkan wajak jelek dan jahatnya, dan nyaris menyerang orang-orang beriman.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكُمُ ۗ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Apabila ayat-ayat Al-Qur’an yang jelas kebenarannya itu dibacakan kepada orang-orang kafir, engkau lihat wajah-wajah mereka cemberut tanda tidak senang. Orang-orang kafir itu nyaris membinasakan orang-orang mukmin yang membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepada mereka. Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Apakah kalian mau aku beri kabar yang lebih buruk daripada sikap kalian menolak Al-Qur’an? Yaitu neraka yang Allah janjikan kepada orang-orang kafir. Neraka adalah tempat tinggal yang paling buruk bagi orang-orang kafir.” (QS. Al Hajj, 22: 72)
Ancaman Allah SWT Terhadap Orang-orang Yang Mendustkan, Mengingkari dan Menentang Al Qur’an

Firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا ۗ أَفَمَن يُلْقَىٰ فِي النَّارِ خَيْرٌ أَم مَّن يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ * إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ * لَّا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ * مَّا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِن قَبْلِكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٍ

“Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an, mereka itu tidak akan mampu melarikan diri dari adzab Kami. Apakah orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka itu lebih baik? Ataukah orang beriman yang dimasukkan ke dalam surga pada hari kiamat kelak? Wahai manusia, karena itu silahkan kalian berbuat sesuka kalian. Sungguh Allah taala senantiasa mengetahui apa yangkalian lakukan. Orang-orang kafir yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an datang kepada mereka PASTI CELAKA. Sungguh Al-Qur’an ini adalah sebuah kitab yang amat mulia. Al-Qur’an tidak tersentuh oleh upaya pemalsuan pada masa turunnya mau¬pun pada masa-masa selanjutnya. Al-Qur’an turun dari Tuhan Yang Maha¬bijaksana lagi Maha Terpuji. Wahai Muhammad, apa yang dikatakan oleh kaum kafir kepadamu juga telah dikatakan oleh kaum kafir dahulu kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sungguh Tuhanmu Maha Pengampun dan Maha Memberi siksa yang amat pedih.” (QS. Fusshilat, 41: 40-43)
Wahai Saudara-saudaraku Mujahidin dan Mujahidah

Itulah sifat jelak dan kedurhakaan orang-orang kafir terhadap Islam dan Allah Taala, pasti Allah membalas kejahatan mereka itu. Maka renungi dan fahami betul-betul ayat-ayat diatas, kemudian mari kita bersatu padu dalam dakwah Al Qur’an dan berjihad menegakkan syariatnya. Elakkan perpecahan, rajutlahlah persaudaraan iman, majulah bersama-sama Insya Allah pertolongan Allah akan menyertai kita. Sesungguhnya pertolongan itu hanya dari Allah semata.

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Allah memberikan pertolongan dalam perang Badar itu sebagai kabar gembira dan penenteram hati kalian. Tidak ada yang dapat memberikan pertolongan kepada kalian selain Allah. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana dalam memberikan pertolongan kepada hamba-Nya.” (QS. Al Anfal, 8: 10)

Wallahu’alam bish shawab…
- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/sikap-jelek-kebencian-orang-orang-kafir-al-quran-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam.html#sthash.wuok4KSC.dpuf

Selasa, 24 September 2013

KHASIAT DAN MANFAAT SURAT AL FATH AYAT


1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, 2- supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, 3- dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). 4- Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (AL FATH 1-4)



Ayat ini berisi pesan kemenangan bagi orang beriman dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi . Ayat 1 dan 2 diturunkan setelah perjanjian Hudaibiyah , dimana Rasulullah menangkap isyarat kemenangan yang dijanjikan Allah dalam kandungan ayat tersebut. Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari, Imam Turmudz i dan Imam Nasai Rasululah bersabda :”….tadi malam diturunkan kepadaku suatu surat yang lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya, yaitu “ Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang “ …(Al Fath 1-2).

Al Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat manusia sampai akhir zaman, sampai sekarang apa yang dijanjikan Allahdalam surat Al Fath ayat 1-4 diatas masih tetap berlaku bagi orang yang beriman. Ada 8 pesan yang terkandung dlam surat Al Fath ayat 1-4 diatas:

Allah telah memberikan kemenangan yang nyata pada orang yang beriman
Allah akan mengampuni dosa mereka yang telah lalu dan yang akan datang
Allah akan menambahkan berbagai kenikmatan bagi mereka diatas kenikmatan yang sudah ada
Allah akan menunjuki mereka jalan yang lurus , yang penuh dengan rahmat dan berkahNya
Allah akan menolong mereka dengan pertolongan yang dahsyat ari sisiNya
Allah akan menurunkan ketenangan kedalam hati mereka
Allah akan meneguhkan iman dan keyakinan mereka
Allah yang memiliki tentara langit dan bumi, maha mengetahui dan maha bijaksana terhadap hamba hambaNya.

Bagi mereka yang yakin dan percaya pada janji Allah dalam surat Al Fath diatas , insya Allah akan mendapatkan dan menemui semua yang dijanjikan Allah dalam surat tersebut.

Sejak diturunkannya sesudah perjanjian Hudaibiyah Rasulullah telah menikmati kemenangan demi kemenangan , hingga berhasil menaklukan kota Mekah tanpa ada pertumpahan darah dan perlawanan sedikitpun dari kaum Musyrikin Mekah. Setelah Rasulullah wafat Kemenangan demi kemenangan itu terus diraih kaum Muslimin diseluruh dunia hingga sekarang ini dan akan terus berlaku sampai akhir zaman. Siapa yang yakin dan percaya akan janji Allah dalam surat Al Fath itu insya Allah akan merasakan kemenangan demi kemenangan yang dijanjikan itu dalam perjalanan hidupnya.

Hafalkan ke empat ayat tersebut, pahami artinya kemudian tadabburi dan mohon pada Allah agar diberikan semua yang dijanjikan dalam surat al Fath tersebut, insya Allah anda akan mengalami keajaiban demi keajaiban dalam hidup anda. Kemenangan demi kemenangan, sukses demi sukses akan anda raih dalam perjalanan hidup anda. Allah tidak pernah mengingkari janjiNya, apa yang dijanjikanNya pasti dipenuhi.

Bagi anda yang ingin meraih sukses dalam karir, bisnis, usaha,profesi dan lain sebagainya, insya Allah dengan menghafal dan mentadabburi keempat ayat tersebut akan mendapat berbagai kemudahan dan keberhasilan dalam menjalani usahanya. Tadabbur surat Al Fath ini bisa dibaca sesudah shalat wajib terutama selesai shalat subuh dan maghrib atau sesudah shalat malam dan dhuha. Baca tadabbur tersebuat dengan khusuk dan penuh penghayatan. Rasakan getaran energi yang muncul dari pengaruh bacaan tadabbur tersebut.

Tadabbur bisa dilakukan dengan mendengar atau membaca teks, yaitu tulisan huruf Al Qur’an serta teks tadabbur dalam bahasa Indonesia dibaca dengan tartil dan penuh penghayatan, seperti contoh pada video berikut ini. Anda bisa mendown load video ini . Pada tahap awal anda hanya mendengarkan saja usahakan hati dan fikiran anda fokus pada ayat dan baca tadabbur yang didengar. Rasakan getaran energi yang muncul didalam diri anda.

Selanjutnya anda bisa mematikan suaranya kemudian anda tadabburi dengan membaca sendiri surat Al Fath tersebut berikut tadabburnya dengan khusuk dan penuh penghayatan. Rasakan energi yang muncul didalam diri anda. Jika anda membaca dengan benar dan khusuk akan muncul getaran energi didada dan sekujur tubuh anda, kadangkala muncul dorongan untuk menangis. Perhatikan video berikut ini.

VIDEO 1 - TADABBUR SURAT AL FATH AYAT 1-4



Selanjutnya jika anda sudah hafal ayat dan bacaan tadabbur nya , coba baca tadabbur Al Fath tersebut secara spontan tanpa melihat teks . Silahkan baca dengan penuh penghayatan , anda bisa mengembangkan sendiri bacaan dan doa yang diucapkan ketika tadabbur sepanjang masih dalam koridor ayat yang dibaca. Contoh bacaan tadabbur tanpa melihat teks dapat anda saksikan pada Video 2 berikut ini.



VIDEO 2 - TADABBUR SURAT AL FATH AYAT 1-4

Bagi anda yang kesulitan mendownload dari youtube anda bisa mendownload surat Al Fath 1-4 berikut tadabbur pada Mp3 berikut dibawah ini :

TADABBUR AL FATH 1-4
00:00
00:00
DOWNLOAD

Download mp3 tadabbur surat al fath 1-4 diatas , kemudian dengarkan berulang ulanmg sampai tertanam keyakinan didalam hati bahwa Allah akan mengabulkan semua permohoan yang disebutkan dalam tadabbur itu. Sebaiknya Mp3 tadabbur tersebut di Up load ke dalam HP sehingga bisa didengarkan setiap saat dimana saja.

Teks bacaan tadabbur surat Al fath ayat 1-4 adalah sebagai berikut ini



Bacaan tadabbur

Ya Allah telah Kau ingatkan pada kami dalam Qur’anMu yang agung, bahwa Engkau telah memberikan kepada kami kemenangan yang nyata . Agar Engkau mengampuni dosa kami yang telah lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat Mu bagi kami dan memimpin kami kepada jalan yang lurus serta menolong kami dengan pertolongan yang kuat. Ya Allah Engkaulah yang menurunkan ketenangan kedalam hati kami agar bertambah keimanan kami beserta keimanan yang telah ada. Kepunyaan Engkaulah tentara langit dan bumi dan Engkau maha mengetahui serta maha bijaksana.

Ya Allah kami mohon padaMu bukakan bagi kami jalan menuju sukses dan kemenangan. Bukakan bagi kami pintu rezeki dari langit dan bumiMu. Bukakan bagi kami pintu rezeki dari segala penjuru yang kau berkahi. Kami mohon padaMu apa yang telah kau janjikan bagi kami , ampuni dosa kami yang telah lalu dan yang akan datang, yang kami ketahui maupun tidak kami ketahui. Tambahkan bagi kami kenikmatan yang banyak dari sisiMu. Tolong kami untuk mensyukuri berbagai nikmat yang telah Kau berikan pada kami. jangan Kau cabut berbagai nikmat dan karunia yang telah kau berikan pada kami ya Allah. Tunjuki kami jalan yang lurus , jalan yang penuh dengan rahmat dan berkahMu. Tolong kami mengatasi berbagai masalah yang kami hadapi, tolong kami dengan pertolongan yang kuat dari sisiMu..

Beri kami ketenangan dan kenyamanan dari sisiMu, bebaskan kami dari rasa cemas, gelisah, dan tertekan. Hilangkan kegundahan, kesedihan, dan kekecewaan dari dalam hati kami . Tolong kami dengan tentaraMu ya Allah, tentara langit dan bumi. Perkenankalah permohonan kami ini ya Allah, Engkau maha mengetahui keadaan kami, dan Engkau maha kuat untuk melaksanakan kehendakMu.

Doa dalam bacaan Tadabbur

Ada 8 butir utama yang di mohonkan pada Allah selama membaca tadabbur , semua mengacu pada apa yang telah Allah janjikan dalam surat Al Fath ayat 1-4 tersebut yaitu

Mohon diberi kemenangan demi kemenangan dan sukses demi sukses dalam menjalankan segala aktifitas bisnis, usaha profesi maupun karir dengan pertolongan Allah
Mohon ampun atas segala dosa dan kesalahan dimasa lalu maupun yang akan datang, yang diketahui maupun tidak diketahui, disengaja maupun tidak disengaja.
Mohon diberikan kenikmatan yang banyak dari sisinya sebagai tambahan dari kenikmatan yang sudah ada. Mohon agar tidak dicabut berbagai kenikmatan dan fasilitas yang sudah ada, serta mohon agar diberi kekuatan untuk mensyukuri semua nikmat yang telah didapat.
Mohon agar ditunjuki jalan yang lurus ,yaitu jalan yang penuh dengan rohmat dan berkah Nya, serta jalan yang ditempuh oleh para nabi, Rasul, syuhada, para solihin dan shodiqin. Bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang yang sesat.
Mohon agar ditolong mengatasi berbagai masalah yang muncul dengan kekuatan yang dahsyat dari sisi Allah.
Mohon agar diberi ketenangan , kenyamanan dan ketentraman dari sisi Allah. Dibebaskan dari rasa sedih, gelisah, kecewa, dan tertekan yang berkepanjangan.
Mohon agar diteguhkan Iman dan keyakinannya pada Allah
Mohon agar ditolong dengan tentara Allah yang ada dilangit dan bumi, Dialah Allah yang maha mengetahui dan maha bijaksana.

Delapan macam doa yang diajukan diatas semua adalah apa yang dijanjikan Allah didalam surat Al Fath ayat 1-4. Kalau sudah menguasai doa ini dengan baik silahkan dikembangkan masing masing butir 1-8 diatas sesuai koridor dan acuan yang telah disebutkan diatas.

Misalnya butir 1 bisa dikembangkan sebagai berikut:

Ya Allah , segala puji bagiMu yang telah memberi kami kemenangan demi kemenangan, sukses demi sukses. Kami mohon pada Mu sesuai apa yang tela Kau janjikan dalam Qur’anMu yang agung. Tolong kami mengembangkan usaha dan bisnis kami, bukakan bagi kami jalan menuju sukses dan kemenangan. Singkirkan berbagai halangan dan rintangan yang menghalangi pertumbuhan bisnis dan usaha kami . Tumbuhkan bisnis dan usaha kami menjadi besar dalam naungan dan pengawasanMu. Yang Allah kami mohon kemenangan yang Kau janjikan dalam Qur’anMu yang agung, perkenankanlah permohonan kami ini ya Allah.

Silahkan coba mengembangkan butir lainnya sesuai kebutuhan masing masing. Insya Allah bersama Allah anda akan meraih sukses dan kemenangan dimanapun anda berada. Itulah janji Allah dalam surat Al fath yang telah dinikmati oleh Umat Islam sejak zaman Rasulullah sampai sekarang dan tetap berlaku sampai akhir zaman.

Khasiat dan manfaat yang didapat

Jika anda rutin melaksanakan tadabbur ini minimal satu kali sehari sesudah shalat subuh. Insya Allah anda akan mendapatkan beberapa manfaat sebagai berikut.

Diberi kemudahan dalam menjalan berbagai usaha , bisnis atau mengembangkan karir anda. Faktor keruntungan selalu mengikuti anda . Sukses demi sukses akan anda dapati tanpa mengalami banyak rintangan.
Insya Allah diampuni semua dosa anda yang lalu dan yang akan datang, sehingga beban dosa itu tidak membebani anda didunia maupun diakhirat kelak. Dihari berhisab anda akan melalui pemeriksaan dengan mudah karena telah bersih dari berbagai dosa yang pernah anda lakukan.
Mendapat limpahan berbagai nikmat dan karunia dari sisi Allah, hidup berkecukupan , terhindar dari berbagai kesialan dan kemalangan. Dipelihara oleh Allah dari berbagai bencana dan musibah yang menyulitkan.
Ditunjuki jalan yang lurus dan penuh dengan rahmat dan berkah dari sisiNya. Jalan yang biasa ditempuh para nabi, Rasul , orang saleh dan dekat pada Allah. Terhindar dari berbagai aliran dan ajaran yang meyesatkan.
Mendapat pertolongan yang dahsyat dari sisi Allah dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul.
Diberi ketenangan , kenyamanan dan ketentraman hati, terpelihara dari rasa kecewa, sedih, gelisah dan stres berkepanjangan.
Diteguhkan Iman dan keyakinannya pada Allah, terpelihara daripada perbuatan musyrik dan mempersekutukan Allah.
Ditolong Allah dengan tentara Malaikat yang ada dilangit dan bumi dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan masalah yang dihadapi.

Demikianlah selamat mengamalkan dan mencobanya semoga Allah merahmati dan memberkahi anda semua

Selasa, 17 September 2013

SUBHANALLAH! - TANDA-TANDA KIAMAT KECIL TELAH LENGKAP



Tahukah korang dimana tanda-tanda Kiamat Kecil telah lengkap. Harus diingati dimana kita sudah pun ‘embrace’ kepada tanda-tanda kiamat besar secara tidak rasmi iaitu keluarnya Dajjal dan Yakjuj & Ma’juj. Kewujudan Yakjuj dan Ma'juj ini juga telah dibongkarkan oleh NASA penemuan tersebut mendedahkan tentang penemuan mengejutkan mengenai satu kaum primitif hidup 20 batu di bawah tanah.



Dajjal telah pun keluar dan kini berada dalam peringkat ‘sehari sama seperti sebulan’ iaitu diluar dimensi masa manusia. Manakala Yakjuj & Ma’juj telah pun dibebaskan setelah Tembok Zulkarnain (dengan izin Allah) telah runtuh di Georgia.

Golongan mereka pada hari ini telah menjadi Ashkenazi Jews & Zionist! Golongan mereka yang terakhir akan keluar ialah selepas Dajjal dibunuh oleh Isa a.s. Hanya 8 tanda-tanda besar kiamat yang masih tinggal. Allahu A’lam.


1-Penaklukan Baitulmuqaddis.

Dari Auf b. Malik lah.a. katanya, Rasulullah s.a.w telah bersabda: “Saya menghitung 6 perkara menjelang – hari kiamat.” Baginda menyebutkan salah 1 di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis.” – Sahih Bukhari.

2-Zina bermaharajalela.

“Dan tinggallah manusia2 yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.” – Sahih Muslim.

Kalau korang tengok di Media bersepah pasal Zina tu yang keluar media yang tak keluar media lagi la banyak agak-agak masa korang tengah baca artikel ini ade berapa ramai yang tengah berzina di dunia ini.. Subhanallah!

3-Bermaharajalela alat muzik.

“Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka. ” Ada yang bertanya kepada Rasulullah saw; “Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?” Baginda menjawab; “Apabila telah bermaharajalela bunyian (muzik) dan penyanyi-penyanyi wanita” – Ibnu Majah.

Ini memang tidak dapat nak dinafikan la alat muzik sememang nyer bermaharaja lela korang tengok la media sekarang, bersepah rancangan-rancangan musik dan program-program yang melalaikan.

4-Menghias masjid & membanggakannya.

“Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegahan dalam mendirikan masjid” – Riwayat -Nasai.

Korang lihat dekat negara kita sendiri sudah, berapa banyak masjid yang berhiasa tesergam indah? Bahkan sekarang ini menara di Mekah jugak sudah seperti menjadi kebanggaan buat kita betapa tinggi nyer.

Sebab Nabi Muhammad SAW penah menyebutkan:

“..apabila engkau melihat orang yang tidak berkasut, tidak berpakaian, miskin, pengembala kambing berbangga-banga menegak dan meninggikan bangunan.” SubhanAllah!

Seperti mana yang kita lihat sekarang tanda kiamat di tepi Kaabah jer iaitu Menara Jam Di Raja Mekah. Dimana tao juga pernah mengeluarkan artikel tentang Menara jam Mekah pelengkap tanda Kiamat.

5-Munculnya kekejian.

“Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga.” – Riwayat Ahmad dan Hakim.

6-Ramai orang soleh meninggal dunia.

“Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik & ahli agama di muka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang2 yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran” – Riwayat Ahmad.


7-Orang yang hina mendapat kedudukan terhormat.

“Di antara tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka’ bin Luka’ (orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh 2 orang mulia”

- Riwayat Thabrani.

8-Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja.

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja.” – Riwayat Ahmad.

9-Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah lah.a. “Di antara tanda-tanda telah hari kiamat ialah akan muncul pakaian2 wanita & apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang”.

Ini pon sudah menular di negara kita.. lihatlah artis-artis sekarang berpakaian tetapi telanjang pakaian tak cukup kain.

10-Bulan sabit kelihatan besar.

“Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit.”

- Riwayat Thabrani.

Kamis, 01 Agustus 2013

IKUTILAH SUNNAH RASUL DAN JANGAN MELAKUKAN BID’AH



 Bid’ah ada dua macam yaitu duniawi dan keagamaan :Bid’ah duniawi ada dua macam: bid’ah yang negatif, seperti bioskop, TV, Vedeo dan sejenisnya yang dapat merusak akhlak dan membahayakan masyarakat. Bahaya tersebut terjadi akibat film-film yang ditampilkannya. Tapi ada bid’ah yang positif seperti kapal terbang, mobil, telepon dan lain-lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat dan mempermudah urusannya.Bid’ah keagamaan: yaitu yang tidak pernah ada pada zaman Rasululloh dan para sahabat sesudahnya. Bid’ah ini dilakukan dalam ibadah dan agama. Bentuk bid’ah ini merupakan bentuk bid’ah yang ditolak oleh Islam dan dihukum dengan sesat.Allah سبحانه و تعالي berfirman :
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاء شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ
“Apalah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah.” (QS. Syura: 21).
Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang melakukan pekerjaan yang tidak ada pada sunnahku, maka pekerjaan tersebut tidak diterima.” (HR. Muslim).
Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Hati-hatilah terhadapa hal-hal yang baru, karena setiap hal yang baru itu bid’ah dan setiap bida’ah itu kesesatan.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Trimidzi dan ia berkata Hasan Shahih).
Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
إِنَّ اللهَ حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَهَا
“Sesungguhnya Allah menutup taubat setiap orang yang melakukan bid’ah sampai ia meninggalkannya. (HR. Tabrani dan yang lainnya, Shahih).
Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata: setiap bid’ah itu kesesatan meski dianggap orang sebagai hal baik.
Imam Malik berkata: barangsiapa yang mengadakan dalam Islam suatu bid’ah yang dianggapnya baik, maka ia telah menuduh bahwa Muhammad telah melakukan penghianatan terhadap risalah, karena sesungguhnya Allah سبحانه و تعالي berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu ni’matKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3).
Imam Syafi’i رحمه الله berkata: barangsiapa yang melakukan istihsan berarti telah membuat syariat, jika istihsan diperbolehkan dalam agama, tentu hal itu diperbolehkan juga bagi kaum intelektual yang tak beriman, dan diperbolehkan pula dilakukan dalam setiap masalah agama serta setiap orang dapat membuat syariat baru bagi dirinya.
Ghadlif رحمه الله berkata: suatu bid’ah tidak akan muncul kecuali ditinggalkanya sunnah.
Hasan Basri رحمه الله mengatakan: janganlah kamu bersahabat dengan ahli bid’ah sehingga hatimu sakit.
Huzaifah رضي الله عنه berkata: setiap ibadah yang tidak dilakukan oleh para sahabat Rasululloh صلي الله عليه وسلم jangan kamu lakukan.
MACAM-MACAM BID’AH

Bid’ah adalah setiap hal yang tidak mempunyai dasar dalam agama, seperti:
Upacara maulid Nabi, Isra’ mi’raj dan malam nisfu sya’ban.
Berdzikir dengan tarian, tepuk tangan dan pukulan terbang, begitu juga meninggikan suara dan mengganti nama-nama Allah seperti dengan ah, ih, aah, hua, hia.
Mengadakan acara selamatan dan mengundang para kyai untuk membaca Al-Qur’an setelah wafatnya seseorang dan lain sebagainya.
UCAPAN SHADAQALLAHUL AZHIEM
صدق الله العظيم

Para Qurra’ biasa mengucapkannya setelah membaca Al-Qur’an padahal ini tidak berasal dari Rasululloh صلي الله عليه وسلم.
Membaca Al-Qur’an adalah ibadah, maka tidak boleh ditambahi. Sabda Nabi صلي الله عليه وسلم:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ ردٌّ
“Barangsiapa mengada-adakan dalam agama kita (suatu amalan) yang bukan berasal darinya, maka ditolak (amalannya itu). (Muttafaq alaih)
Apa yang mereka lakukan itu tidak ada dalilnya, baik dari Al-Qur’an, sunnah Rasul maupun amalan para sahabat. Akan tetapi termasuk bid’ah orang-orang yang datang kemudian.
Rasululloh صلي الله عليه وسلم mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari Ibnu Mas’ud, tatkala sampai ke firman Allah عزّوجلّ:
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاء شَهِيدًا. سورة النساء آية ٤١
Beliau bersabda : “cukuplah”. (HR. Al-Bukhari).
Jadi beliau tidak mengucapkan ‘Sahadaqallahul Azhiem’, dan juga tidak memerintahkannya.
Orang yang tidak mengerti dan anak-anak kecil mengira bahwa bacaan tersebut adalah salah satu ayat Al-Qur’an, maka mereka membacanya di dalam dan di luar shalat. Ini tidak boleh, karena bacaan tadi bukanlah ayat Al-Qur’an. Apalagi, kadang-kadang, ditulis di akhir surat dengan kaligrafi Mushaf.
Imam Abdul Aziz bin Baz رحمه الله, ketika ditanya tentang bacaan tersebut, beliau menegaskan bahwa hal itu adalah bid’ah.
Adapun firman Allah Ta’ala:
قُلْ صَدَقَ اللّهُ فَاتَّبِعُواْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفاً
“Katakanlah : ‘Benarlah (apa yang difirmankan) Allah’. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus …” (QS. Ali Imran : 95).
Maka ayat ini merupakan bantahan terhdap orang-orang Yahudi yang berdusta,berdasarkan ayat sebelumnya:
فَمَنِ افْتَرَىَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ
“Maka barangsiapa mengadadakan dusta terhadap Allah …” (QS. Ali-Imran : 94).
Rasululloh صلي الله عليه وسلم pun telah mengetahui ayat ini, meski demikian beliau tidak mengucapkan hal tersebut setelah membaca Al-qur’an. Begitu pula para sahabat dan salaf shaleh.
Bid’ah ini sesugguhnya mematikan sunnah, yaitu do’a setelah membaca Al-Qur’an, berdasarkan sabda Nabi صلي الله عليه وسلم :
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَلْيَسْأَلْ اللَّهَ بِهِ
“Barangsiapa membaca Al-qur’an, hendaklah ia meminta kepada Allah dengan (bacaannya) itu.”1 (Hasan, HR. Tirmidzi).
Bagi Qari’ hendaklah dia berdo’a kepada Allah عزّوجلّ sesuka hatinya, setelah membaca Al-Qur’an, dan bertawassul kepada Allah dengan yang dibacanya itu. Karena hal ini termasuk amal shaleh yang menjadi sebab dikabulkannya do’a. dan yang tepat adalah membaca do’a berikut ini :
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي
إِلَّا أَذْهَبَ اللَّهُ هَمَّهُ وَحُزْنَهُ وَأَبْدَلَهُ مَكَانَهُ فَرَجًا
“Ya Allah, sungguh aku adalah hambaMu, anak hambaMu yang laki-laki dan anak hambaMu yang perempuan. Ubun-ubunku berada di tanganMu. Pasti terjadi keputusanMu pada diriku dan adillah ketentuanMu pada diriku. Aku memohon kepadamu dengan segala asma milikMu, yang Engkau sebutkan untuk diriMu, atau Engkau turunkan dalam kitabMu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang makhlukMu, atau masih dalam perkara ghaib yang hanya Engkau sendiri yang mengetahui. Jadikanlah Al-Qur’an penyejuk hatiku, cahaya penglihatanku, pembebas kesedihanku dan pengusir kegelisahanku.”
Tiada lain, Allah pasti akan menghilangkan kesulitan dan kesedihannya, dan menggantikannya dengan kemudahan.” (Hadits shahih riwayat Imam Ahmad).
1 Lanjutan Hadits..
فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَسْأَلُونَ بِهِ النَّاسَ
“…karena sungguh akan datang suatu kaum yang membaca al-Qur'an, lalu dengannya mereka meminta-minta kepada manusia."
Aduhai…, apa yang disabdakan Rasulullah صلي الله عليه وسلم tersebut sudah terjadi, kita berlindung kepada Allah سبحانه و تعالي dari kejelekan diri kita..Ibnu Majjah

MEMELIHARA JENGGOT ADALAH WAJIB
Firman Allah عزّوجلّ tentang ucapan syaitan:
وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّهِ
“… dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Alah), lalu benar-benar mereka merubahnya.” (QS. An-Nisa’ : 119)
Dan mencukur jenggot adalah merubah ciptaan Allah dan taat kepada setan.
Firman Allah عزّوجلّ :
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
“…Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah …” (QS. Al-Hasyr : 7)
Rasululloh صلي الله عليه وسلم telah memerintahakan untuk memelihara jenggot dan melarang mencukurnya.
Sabda Rasululloh صلي الله عليه وسلم :
جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ
“Cukurlah kumis dan panjangkanlah jenggot, berbedalah dengan orang-orang majusi.” (HR. Muslim)
Sabda Rasululloh صلي الله عليه وسلم :
عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ
“Sepuluh perkara termasuk fitrah, yaitu : mencukur kumis, memelihara jenggot, mamakai siwak, mamasukkan air ke dalam hidung (ketika berwudhu), memotong kuku, …” (HR. Muslim)
Memelihara jenggot adalah termasuk fitrah, tidak boleh mencukurnya.
Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ
Rasululloh صلي الله عليه وسلم melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita. (HR. Bukhari).
Mencukur jenggot adalah tindakan menyerupai wanita, terancam laknat dari Allah عزّوجلّ.
Sabda Rasululloh صلي الله عليه وسلم :
لكني أمرني ربي أن أعفي لحيتي، وأن أقص شاربي
“Akan tetapi Tuhanku memerintahkan kepadaku agar memelihara jenggotku dan mencukur kumisku.” (hadits hasan riwayat Ibnu Jarir).
Memelihara jenggot adalah perintah dari Allah dan RasulNya, dan hukumnya adalah wajib karena Rasululloh صلي الله عليه وسلم dan para sahabat senantiasa melakukan demikian, di samping itu tersebut dalam hadits larangan untuk mencukurnya.
Tidak boleh mencukur atau mencabut rambut yang berada di pipi, karena itu termasuk jenggot, sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Qamus.
Secara medis, terbukti bahwa jenggot merupakan pelindung amandel dari stroke metahari, sedang mencukurnya bisa membahayakan kulit.
Jenggot adalah hiasan bagi kaum laki-laki yang diciptakan Allah baginya, agar berbeda dengan kaum wanita. Karenanya, tatkala seorang laki-laki yang telah mencukur jenggotnya masuk menemui isterinya pada malam pengantin, berpalinglah si isteri dan tidak tertarik dengan penampilan yang tidak seperti ketika dilihatnya sebelum itu.
Ada ibu-ibu yang bertanya kepada seorang waita: mengapa anda memilih seorang suami yang berjenggot? Jawabnya: karena aku kawin dengan seorang pria dan bukan dengan seorang wanita.
Mencukur Jenggot termasuk perbuatan mungkar dan harus dilarang, berdasar sabda Nabi صلي الله عليه وسلم :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
“Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran maka hendaklah merubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu juga maka dengan hatinya dan inilah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).
Penulis bertanya kepada seorang laki-laki yang mencukur jenggotnya: “Apakah anda mencintai Rasululloh صلي الله عليه وسلم? Jawabnya: Ya, amat mencintainya. Maka kata penulis kepadanya: “Rasululloh telah bersabda:”peliharalah jenggot…” dan orang yang mencintai Rasululloh apakah akan mematuhinya atau menyalahinya?” jawab: “mematuhinya.” Dia pun berjanji akan memelihara jenggotnya.
Apabila ditentang oleh isteri anda dalam memelihara jenggot, maka katakanlah kepadanya : “aku adalah seorang muslim, takut kalau mendurhakai Allah.” Dan berikan kepadanya suatu hadiah serta sebutkan kepadanya sabda Nabi صلي الله عليه وسلم:
لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْـخَالِق
“Tidak boleh taat kepada seorang makhluk dengan mendurhakai (bermaksiat) kepada Al-Khaliq.” (Hadits shahih riwayat Imam Ahmad).

WASIAT SETIAP MUSLIM MENURUT AGAMA

Sabda Rasululloh صلي الله عليه وسلم :
مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ وَلَهُ شَيْءٌ يُرِيدُ أَنْ يُوصِيَ فِيهِ إِلَّا وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ.
قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ مَا مَرَّتْ عَلَيَّ لَيْلَةٌ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَلِكَ إِلَّا وَعِنْدِي وَصِيَّتِي
“Tidak layak bagi seorang muslim melewati masa dua malam sedang ia mempunyai sesuatu yang mau diwasiatkan kecuali wasiatnya ditulis di dekat kepalanya. Abdullah bin Umar berkata: saya tidak melewati satu malam sejak Rasululloh bersabda demikian, kecuali wasiatku di dekatku.” (HR. Bukhari Muslim).

Wasiat itu seperti :
Saya berwasiat sebesar … untuk membiayai anak saudara, kerabat, tetangga dan lain-lain yang miskin (yang diwasiatkan tidak lebih dari 1/3 dari seluruh harta dan tidak untuk salah seorang ahli waris).
Ketika saya sakit, hendaklah ada orang-orang shaleh mendatangiku agar aku senantiasa bersangka baik terhadap Allah عزّوجلّ.
Sebelum mati, bukan sesudahnya, saya dituntun untuk membaca kalimat tauhid : LAA ILAAHA ILLALLAH. Ini berdasarkan sabda Nabi :
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
“Tuntunlah saudaramu yang akan mati dengan kalimah LAA ILAAHA ILLALLAH.” (HR. Muslim)
Sabda Rasululloh juga :
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Siapa yang akhir ucapanya LAA ILAAHA ILLALLAH masuk surga.” (HR. Hakim, Hasan)
Setelah mati, orang-orang yang hadir mendo’akan bagiku demikian:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ وَارْحَـمْهُ
“Ya Allah, ampunilah dia dan naikkanlah pangkatnya dan berilah ia rahmat.”
Mencarikan orang untuk menyampaikan berita kematian kepada sanak famili dan orang lain walaupun hanya lewat telepon. Bagi imam Masjid hendaknya memberitahukan hal itu kepada para jamaah, agar memintakan ampunan bagi mayit.
Segera melunasi hutang. SabdaRasululloh صلي الله عليه وسلم :
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
“Jiwa seorang muslim itu bergantung dengan hutangnya sehingga hutang itu dilunasi.” (HR. Amad, Tirmidzi dan Ibnu Majah, Shahih).
Bagi muslim yang sadar, ia akan melunasi hutangnya selagi masih hidup Karena khawatir urusannya itu menjadi terlantar.
Diam ketika jenazah diiringkan dan memperbanyak orang yang menyalatkannya dengan ikhlas serta mendo’akanya.
Setelah dikebumikan hendaknya dido’akan kembali sambil berdiri, karena Rasululah صلي الله عليه وسلم melakukan demikian sambil bersabda :
اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ
“Mohonkanlah ampunan dan ketabahan untuk sedaramu, karena sekarang ia sedang ditanya.” (HR. Abu Daud dan Hakim, Shahih)
Berta’ziyah (menghibur) keluarga yang tertimpa musibah, sesuai dengan sabda Rasululloh صلي الله عليه وسلم :
إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ
“Apa yang diambil Allah dan apa yang diberikanNya itu adalah milikNya. Segala sesuatu telah ditentukan batas waktunya. Hendaklah anda bersabar dan rela terhadap apa yang telah menjadi ketentuanNya.” (HR. Bukhari)
Ta’ziyah tidak terbatas oleh ruang dan waktu, kapan dan di mana saja dapat dilakukan. Orang yang mendapat kunjungan ta’ziyah hendaknya mengucapkan :
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
“Kita adalah milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya. Ya Allah, berilah aku pahala ( sebagai balasan kesabaranku) dalam musibahku ini dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.” [HR. Muslim]
Bagi keluarga dekat, tetangga dan handai taulan dari yang tertimpa musibah hendaknya membuatkan makanan untuk keluarga duka tersebut. Sabda Rasululloh صلي الله عليه وسلم :
اصْنَعُوا لِآلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا فَقَدْ أَتَاهُمْ مَا يَشْغَلُهُمْ
“Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far karena mereka sedang kedatangan sesuatu yang menyibukkan.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, Hasan)

HAL-HAL YANG DILARANG MENURUT AGAMA
Menghususkah sebagian harta untuk salah seorang ahli waris, sabda Rasululloh صلي الله عليه وسلم:
لَا وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ
“Tidak sah wasiat untuk ahli waris.” (HR. Ibnu Majjah dan Daruqutni, Shahih)
Menangisi orang mati dengan keras, meratapinya, menampar pipi, menyobek pakaian dan berpakaian hitam, karena Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ (إِذَا أَوصَاهُم)

“Orang mati itu disiksa di kuburnya karena diratapi (jika ia berwasiat).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mengumumkan berita kematian di tempat adzan, di surat kabar, memberikan karangan bunga, Karena semuanya itu termasuk bid’ah dan menyia-nyiakan harta dan menyerupai tingkah laku orang-orang musyrik dan non muslim. Sabda Nabi صلي الله عليه وسلم:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Baragsiapa menyerupai suatu golongan maka ia termasuk golongan itu.” (HR. Abu Daud, Shahih).
Datangnya para kiai di rumah orang yang meninggal untuk membaca Al-Qur’an. Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ وَلَا تَأْكُلُوا بِهِ وَلَا تَسْتَكْثِرُوا بِهِ (مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا)
“Bacalah Al-Qur’an dan amalkanlah, janganlah Al-Qur’an itu kamu jadikan mata pencaharian dan jangan memperbanyak harta dunia dengannya.” (HR. Ahmad).
Haram hukumnya memberi atau menerima sejumlah uang sebagai bayaran atas bacaan Alqur’an.
Apabila kita meberikan uang itu kepada orang fakir maka pahalanya sampai kepada orang yang sudah meninggal dan bermanfaat baginya.
Tidak boleh membuat makanan atau berkumpul untuk ta’ziyah baik di rumah, di masjid atau tempat lainnya. Jarir  berkata :
كُنَّا نَعُدُّ الِاجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنِيعَةَ الطَّعَامِ بَعْدَ دَفْنِهِ مِنْ النِّيَاحَةِ
“Kita berpendapat bahwa mengadakan kumpulan bersama-sama pergi ke keluarga orang mati dan membuat  makanan untuk disajikan kepada para tamu hukumnya termasuk meratapi mayat.” (Riwayat Ahmad)
Hukum tidak bolehnya berkumpul mengadakan ta’ziyah tersebut ditegaskan oleh imam Syafi’i dan imam Nawawi dalam kitabnya “AL-ADZKAR” bab ta’ziyah. Sebagaimana ibnu Abidin yang bermazhab Hanafi, telah menegaskan bahwa tidak boleh bagi keluarga orang yang mati untuk menghidangkan jamuan. Karena menurut agama, jamuan itu diadakan dalam situasi gembira, bukan dalam keadaan duka. Dalam kitab “AL-BAZAZIYAH” –pengikut hanafi- disebutkan bahwa membuat makanan pada hari pertama dan ketiga dan setelah satu minggu hukumnya tidak boleh. Begitu pula membawa makanan ke kuburan pada hari besar, juga  membuat undangan untuk membaca Al-Qur’an, demikian pula mengumpulkan orang-orang shaleh dan ahli baca Al-Qur’an untuk mengadakan khataman Qur’an semuanya hukumnya tidak boleh.
Tidak boleh membaca Al-Qur’an, membaca Maulid Nabi dan zikir di atas kuburan karena Rasululloh صلي الله عليه وسلم dan para sahabatnya tidak pernah melakukannya.
Membuat gundukan tanah, membentangkan batu dan lain-lain di atas kuburan, mencat dan membuat tulisan di atasnya, semuanya hukumnya haram. Dalilnya :
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ وَأَنْ يُكْتَبْ عَلَيْهِ
“Rasululloh صلي الله عليه وسلم melarang kuburan dikapur, dibangun atau ditulisi.” (HR. Muslim)
Cukup dengan meletakkan batu setinggi sejengkal, agar kuburan itu dapat dikenali orang, sebagaimana dilakukan oleh Rasululloh صلي الله عليه وسلم ketika meletakkan batu di atas kuburan Utsman bin Mazh’un, dan beliau bersabda :
أَتَعَلَّمُ بِهَا قَبْرَ أَخِي
“Aku memberi tanda atas kuburan saudaraku.” (HR. Abu Daud dengan sanad hasan)
Dalam wasiat, hendaknya ditulis :
Yang memberi wasiat –yang melaksanakan wasiat- saksi pertama- saksi kedua.

JAUHILAH DOSA-DOSA BESAR

Allah سبحانه و تعالي berfirman :
إِن تَجْتَنِبُواْ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلاً كَرِيماً
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami akan hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat mulia (surga).” (QS. An-Nisa’: 31).
Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda :
اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ
“Jauhilah perbuatan yang dilarang Allah tentu engkau akan menjadi orang yang paling banyak ibadahnya.” (HR. Ahmad, dengan Isnad Shahih)
Dosa besar adalah: setiap maksiat yang mempunyai hukuman had di dunia atau ancaman di akhirat atau dilaknat Allah atau dilaknat Rasulullah.
Jumlah dosa-dosa besar: disebutkan oleh Ibnu Abbas, bahwa jumlahnya sampai tujuh ratus macam, lebih dekat daripada tujuh macam. Hanya tidak ada yang dinamakan dosa besar jika diikuti dengan istighfar dan tidak ada yang dinamakan dosa kecil jika dilakukan terus-menerus.
MACAM-MACAM DOSA BESAR

Dosa besar dalam akidah: syirik kepada Allah, yaitu beribadah atau berdo’a kepada selalin Allah. Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda :
اَلدُّعَاءَ هُوَ اَلْعِبَادَةُ
“Do’a adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi, Shahih).
Mengerjakan syariat untuk dunia saja, menyembunyikan ilmu, khianat, mempercayai dukun atau peramal, menyembelih kurban dan bernadzar kepada selain Allah, menggambar orang atau hewan, mambuat atau menggantungkan patung, memanjangkan baju atau celana ke bawah tumit untuk kesombongan, bersumpah selain kepada Allah, tidak mengkafirkan orang kafir, medustakan Allah dan Rasulnya, aman terhadap azab Allah , menampar muka dan meratap pada waktu kematian, tidak mengakui adanya Qadar dan menggantungkan jimat seperti kalung, tulang atau telapak tangan yang digantungkan pada anak-anak, mobil atau rumah.
Dosa besar dalam jiwa dan akal; membunuh orang dengan tanpa alasan yang benar, membakar orang dan hewan dengan api dan mengulur-ulur waktu pemberian hak orang lemah, istri, murid, pembantu dan binatang melata, belajar sihir, melakukan ghibah dan menyebar fitnah, minum minuman yang memabukkan dengan segala bentuknya (seperti khamar, perasan anggur, wisky, bir dan lain sebagainya), minum racun, makan daging babi dan bangkai tanpa sebab yang mendesak, minum minuman yang berbahaya (seperti rokok, ganja dan lain sebagainya), bunuh diri meski dengan palan-pelan seperti merokok, berkelahi mempertahankan yang batil, menganiaya dan melawan orang, menolak kebenaran dan marah karenanya, sombong, berperasangka buruk kepada orang Islam, mengkafirkannya tanpa alasan atau memcercanya atau mencerca salah seeorang di antara sahabat Rasululloh, sombong dan bangga, selalu mencari rahasia orang, menjatuhkan nama baik hakim untuk menyakitinya, dan berbohong pada hampir seluruh ucapannya.
Dosa besar dalam harta: makan harta anak yatim, main judi dan buntut, mencuri, malakukan penodongan, perampasan, sogok, pengurangan timbangan, sumpah palsu, penipuan dalam jual beli, tidak memenuhi janji, memberi kesaksian palsu, monopoli, wasiat palsu, menyembuyikan kesaksian, tidak rela dengan pembagian Allah dan pemakaian perhiasan emas bagi kaum lelaki.
Dosa besar dalam ibadah: meninggalkan shalat atau melaksanakan di luar waktunya tanpa uzur, tidak mengeluarkan zakat, berbuka puasa pada bulan Ramadhan tanpa uzur, tidak haji padahal mampu malaksanakannya, lari dari jihad di jalan Allah, meninggalkan jihad dengan jiwa, harta atau lidah bagi yang diwajibkan, meninggalkan shalat jum’at atau jama’ah tanpa uzur, meninggalkan menyeru berbuat baik dan mencegah kemungkaran bagi yang mampu, tidak membersihkan kencingnya dan tidak mengamalkan ilmunya.
Dosa besar dalam keluarga dan keturunan: zina, homoseksual, menjatuhkan kehormatan orang-orang mukminat yang terjaga baik dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar, berhias yang berlebihan bagi wanita, menampakkan rambutnya, wanita menyerupai lelaki dan laki-laki menyerupai wanita, menyakiti kedua orang tua, menjauhih keluarga tanpa alasan syara’, wanita menolak ajakan suaminya tanpa alasan seperti haid atau nifas, perbuatan orang yang mengawini wanita setelah talak tiga, wanita bepergian sendirian, menggunakan nasab selain ayahnya padahal tahu nasab ayahnya, rela terhadap keluarganya yang melakukan zina, menyakiti tetangga, mencabut rambut di wajah atau alis.
Taubat dari perbuatan dosa besar: wahai saudaraku seagama, jika anda berbuat dosa besar maka tinggalkanlah segera, bertaubat dan minta ampunlah kepada Allah serta jangan diulangi lagi, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالي:
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللّهُ عَلِيماً حَكِيماً
“Sesunggunhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya. Dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa’: 17).
Berkata Mujahid dan yang lainnya : “Setiap orang yang bermaksiat kepada Allah baik tidak sengaja maupun sengaja maka ia adalah bodoh (jahil)”. (Tafsir Ibnu Katsir juz 1 hal. 464, penerbit)

SYARAT DITERIMANYA TAUBAT
Adapun syarat diterimanya taubat yaitu :
Ikhlas: artinya taubat pelaku dosa harus ikhlas, semata-mata karena Allah, bukan karena lainnya.
Menyesal: atas dosa yang telah diperbuatnya.
Meninggalkan sama-sekali maksiat yang telah dilakukannya.
Tidak mengulangi: artinya seorang mslim harus bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
Istighfar: memohon ampun kepada Allah atas dosa yang dilakukan terhadap hakNya.
Memenuhi hak bagi orang yang berhak, atau mereka melepaskan haknya tersebut.
Waktu diterimanya taubat itu dilakukan di saat hidupnya sebelum tiba ajalnya. Sabda Nabi صلي الله عليه وسلم:
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَـمْ يُغَرْغِرْ
“Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seseorang hambanya selama belum tercabut nyawanya.” (hadits hasan riwayat Turmudzi).


Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Minggu, 28 Juli 2013

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H | Lebaran 2013.


Sebentar lagi kita akan merayakan hari kemenangan, insya Alloh hari dimana umat Islam merayakan hari yang ditunggu-tunggu, Idul Fitri 1434 H atau biasa orang Indonesia sebut dengan Lebaran 2013.

 

Semoga ada yang disukai ya teman, bisa dilayangkan Ucapan Selamat Idul Fitri 1434 H ini melalui SMS maupun dengan cara lain yang di sukai.


Ucapan yang paling baik adalah "Allah",
Lagu yang paling indah adalah "Adzan",
Referensi yang paling lengkap adalah "Al-Qur'an",
Senam yang paling sehat adalah "Shalat",
Diet yang paling bagus adalah "Puasa",
Kebersihan yang menyegarkan adalah "Wudhu",
Perbuatan yang paling mulia adalah "Memaafkan",
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Mohon Maaf Lahir & Bathin. 
Hari kemenangan telah tiba, Sang Fitri telah menanti,
mari ulurkan tangan, untuk berjabat hati.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Mohon Maaf Lahir & Bathin.
Sayup terdengar takbir berkumandang, Tanda Ramadhan akan lewat
Ampunan diharap, barokah didapat
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin,Selamat Idul Fitri 1433 H
Idul Fitri yang agung, seagung kalimat tayyibah
seagung dinul Islam yang kaffah,
seagung silaturrahmi yang mengandung cita dan kedamaian.
Selamat Hari Idul Fitri 1434 H, Mohon Maaf Lahir & Bathin.
Ketupat sudah dipotong, Oporpun sudah dibikin
Nastar sudah dimeja, Kacangpun sudah digaremin
Kurang afdhol rasanya kalau belum Mengucapkan
Taqobalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal Faizin
Selamat Idul Fitri 1434 H
Orang yang paling baik adalah
Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain
Bersihkan diri, sucikan hati Di hari yang Fitri ini.
Minal Aidin wal Faizin ,Selamat Iedul Fitri 1434 H
Bulan Ramadhan telah berlalu
Dan hari Kemenangan pun telah datang
Untuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kita
Kami Sekeluarga Mengucapkan
Taqobalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal Faizin
Selamat Iedul Fitri 1434 H
Berbuat khilaf adalah sifat
Meminta maaf adalah kewajiban
Kembalinya Fitrah adalah tujuan
Selamat Hari Iedul Fitri 1434 H, Mohon Maaf Lahir & Bathin.
Ramadhan telah surut, Hari yang Fitri telah terbit
Maaf kumohonkan, Agar hati bersih dari dosa
Minal Aidin wal Faizin, Selamat Iedul Fitri 1434 H
Mata kadang salah melihat, Mulut kadang salah mengucap
Hati kadang salah menduga
Dengan niat tulus suci dengan ikhlas
Kami Mengucapkan
Taqobalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal Faizin
Selamat Iedul Fitri 1434 H
Sebelum lidah keluh, sebelum hati kembali membeku, sebelum jempol kaku dan sulit hanya untuk sekedar minta maaf lewat sms, Mohon maaf atas semua khilaf yang ku lakuin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H
Tiada kata seindah zikir, tiada hari seindah fitri.
Izinkan kedua tangan memohon maaf untuk lisan yang tak terjaga.
Janji yang terabaikan, hati yang berprasangka,
dan segala perbuatan yang menyakitimu.
Di hari yang penuh maaf ini kuucapkan,
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H
Jerami tak berjabat, raga tak dapat bertatap,
seiring bedug yang menggema,
seruan takbir berkumandang,
kuhaturkan salam menyambut hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H
Mohon maaf lahir dan bathin.
Bila ada langkah membekas lara
Ada kata merangkai dusta
Ada tingkah menoreh luka
Mohon maaf lahir dan bathin
Selamat hari raya Idul Fitri
Kita pernah bersama dalam canda dan duka,
adakalanya lidah salah berucap,
mata salah memandang, hati salah menduga.
Maka di hari yang fitri ini, buka hati berikan maaf yang tulus.
Maaf lahir dan bathin.Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H
Seiring kumandang takbir di 1 Syawal,kumohon maaf darimu.
Keikhlasan untuk memaafkan merupakan sesuatu yang indah.
Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.
Tiada pemberian terindah selain dimaafkan
dan tiada perbuatan termulia selain memaafkan,
Selamat idul fitri 1434 H ya, mohon maaf lahir dan bathin.
Selama sebulan kita berpuasa,
Sekarang telah datang hari kemenangan,
Apabila ada kesalahan yang kurang berkenan di hati mohon dimaafkan,
Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin.
Selamat idul fitri 1434 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

Senin, 22 Juli 2013

Bilal: Aku tidak Akan Mengumandangkan Azan Lagi


 Pada waktu dhuha di hari Senin 12 Rabi’ul Awal 11 H (hari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam) masuklah putri beliau Fathimah radhiyallahu anha ke dalam kamar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, lalu dia menangis saat masuk kamar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Dia menangis karena biasanya setiap kali dia masuk menemui Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau berdiri dan menciumnya di antara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda kepadanya: ”Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis. Kemudian beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya:” Mendekatlah kemari wahai Fathimah.” Beliaupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka diapun tertawa.
Maka setelah kematian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, mereka bertanya kepada Fathimah : “Apa yg telah dibisikkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepadamu sehingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?” Fathimah  berkata: ”Pertama kalinya beliau berkata kepadaku: ”Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini.” Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku:” Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yg pertama kali akan bertemu denganku.” Maka akupun tertawa.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil Hasan dan Husain, beliau mencium keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kepada seluruh manusia yang hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ulang wasiat itu.
Lalu rasa sakitpun terasa semakin berat, maka beliau bersabda:” Keluarkanlah siapa saja dari rumahku.” Beliau bersabda:” Mendekatlah kepadaku wahai ‘Aisyah!” Beliaupun tidur di dada istri beliau ‘Aisyah radhiyallahu anha. ‘Aisyah berkata:” Beliau mengangkat tangan beliau seraya bersabda:” Bahkan Ar-Rafiqul A’la bahkan Ar-Rafiqul A’la.” Maka diketahuilah bahwa disela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunia atau Ar-Rafiqul A’la.
Masuklah malaikat Jibril alaihis salam menemui Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam seraya berkata:” Malaikat maut ada di pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu.” Maka beliau berkata kepadanya:” Izinkan untuknya wahai Jibril.” Masuklah malaikat Maut seraya berkata:” Assalamu’alaika wahai Rasulullah. Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu dengan Allah di Akhirat.” Maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la (Teman yang tertinggi), bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu :para nabi, para shiddiqiin, orang-orang yg mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yang sebaik-baiknya.”
‘Aisyah menuturkan bahwa sebelum Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, ketika beliau bersandar pada dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo’a:
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiq al-a’la. Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la, Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la.” Berdirilah malaikat Maut disisi kepala Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam- sebagaimana dia berdiri di sisi kepala salah seorang diantara kita- dan berkata:” Wahai roh yang bagus, roh Muhammad ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yang ridha dan tidak murka.”
Sayyidah ‘Aisyah berkata:”Maka jatuhlah tangan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat.” Dia berkata:”Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tidak ada yang kuperbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yang disana ada para sahabat, dan kukatakan:” Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat.” Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu terduduk karena beratnya kabar tersebut, ‘Ustman bin Affan radhiyallahu anhu seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kanan dan kekiri. Adapun Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata:” Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa alaihis salam pergi untuk menemui Rabb-Nya.” Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar radhiyallahu anhu, dia masuk kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, memeluk beliau dan berkata:”Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku.” Kemudian dia mencium Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan berkata : ”Anda mulia dalam hidup dan dalam keadaan mati.”
Keluarlah Abu Bakar menemui manusia dan berkata:” Barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati.” Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menangis sendiri.”
Inna lillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmat Allah orang yang paling mulia, orang yg paling kita cintai pada waktu dhuha ketika memanas di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. semoga shalawat dan salam selalu tercurah untuk Nabi kiat tercinta Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.
Langit Madinah kala itu mendung. Bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman dan kesedihan. Seluruh manusia bersedih, burung-burung enggan berkicau, daun dan mayang kurma enggan melambai, angin enggan berhembus, bahkan matahari enggan nampak. Seakan-akan seluruh alam menangis, kehilangan sosok manusia yang diutus sebagai rahmat sekalian alam. Di salah satu sudut Masjid Nabawi, sesosok pria yang legam kulitnya menangis tanpa bisa menahan tangisnya.
Waktu shalat telah tiba.
Bilal bin Rabah, pria legam itu, beranjak menunaikan tugasnya yang biasa: mengumandangkan adzan.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar…”
Suara beningnya yang indah nan lantang terdengar di seantero Madinah. Penduduk Madinah beranjak menuju masjid. Masih dalam kesedihan, sadar bahwa pria yang selama ini mengimami mereka tak akan pernah muncul lagi dari biliknya di sisi masjid.
“Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha ilallah….”
Suara bening itu kini bergetar. Penduduk Madinah bertanya-tanya, ada apa gerangan. Jamaah yang sudah berkumpul di masjid melihat tangan pria legam itu bergetar tak beraturan.
“Asy…hadu.. an..na.. M..Mu..mu..hammmad…”
Suara bening itu tak lagi terdengar jelas. Kini tak hanya tangan Bilal yang bergetar hebat, seluruh tubuhnya gemetar tak beraturan, seakan-akan ia tak sanggup berdiri dan bisa roboh kapanpun juga. Wajahnya sembab. Air matanya mengalir deras, tidak terkontrol. Air matanya membasahi seluruh kelopak, pipi, dagu, hingga jenggot. Tanah tempat ia berdiri kini dipenuhi oleh bercak-bercak bekas air matanya yang jatuh ke bumi. Seperti tanah yang habis di siram rintik-rintik air hujan.
Ia mencoba mengulang kalimat adzannya yang terputus. Salah satu kalimat dari dua kalimat syahadat. Kalimat persaksian bahwa Muhammad bin Abdullah adalah Rasul ALLAH.
“Asy…ha..du. .annna…”
Kali ini ia tak bisa meneruskan lebih jauh.
Tubuhnya mulai limbung.
Sahabat yang tanggap menghampirinya, memeluknya dan meneruskan adzan yang terpotong.
Saat itu tak hanya Bilal yang menangis, tapi seluruh jamaah yang berkumpul di Masjid Nabawi, bahkan yang tidak berada di masjid ikut menangis. Mereka semua merasakan kepedihan ditinggal Kekasih ALLAH untuk selama-lamanya. Semua menangis, tapi tidak seperti Bilal.
Tangis Bilal lebih deras dari semua penduduk Madinah. Tak ada yang tahu persis kenapa Bilal seperti itu, tapi Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu tahu.
Ia pun membebastugaskan Bilal dari tugas mengumandangkan adzan. Saat mengumandangkan adzan, tiba-tiba kenangannya bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkelabat tanpa ia bisa membendungnya. Ia teringat bagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memuliakannya di saat ia selalu terhina, hanya karena ia budak dari Afrika. Ia teringat bagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjodohkannya. Saat itu Rasulullah meyakinkan keluarga mempelai wanita dengan berkata, “Bilal adalah pasangan dari surga, nikahkanlah saudari perempuanmu dengannya”.
Pria legam itu terenyuh mendengar sanjungan Sang Nabi akan dirinya, seorang pria berkulit hitam, tidak tampan, dan mantan budak.
Kenangan-kenangan akan sikap Rasul yang begitu lembut pada dirinya berkejar-kejaran saat ia mengumandangkan adzan. Ingatan akan sabda Rasul, “Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat.” lalu ia pun beranjak adzan, muncul begitu saja tanpa ia bisa dibendung.
Kini tak ada lagi suara lembut yang meminta istirahat dengan shalat. Bilal pun teringat bahwa ia biasanya pergi menuju bilik Nabi yang berdampingan dengan Masjid Nabawi setiap mendekati waktu shalat. Di depan pintu bilik Rasul, Bilal berkata, “Saatnya untuk shalat, saatnya untuk meraih kemenangan. Wahai Rasulullah, saatnya untuk shalat.”
Kini tak ada lagi pria mulia di balik bilik itu yang akan keluar dengan wajah yang ramah dan penuh rasa terima kasih karena sudah diingatkan akan waktu shalat. Bilal teringat, saat shalat ‘Ied dan shalat Istisqa’ ia selalu berjalan di depan. Rasulullah dengan tombak di tangan menuju tempat diselenggarakan shalat. Salah satu dari tiga tombak pemberian Raja Habasyah kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Satu diberikan Rasul kepada Umar bin Khattab, satu untuk dirinya sendiri, dan satu ia berikan kepada Bilal. Kini hanya tombak itu saja yang masih ada, tanpa diiringi pria mulia yang memberikannya tombak tersebut. Hati Bilal makin perih. Seluruh kenangan itu bertumpuk-tumpuk, membuncah bercampur dengan rasa rindu dan cinta yang sangat pada diri Bilal. Bilal sudah tidak tahan lagi. Ia tidak sanggup lagi untuk mengumandangkan adzan.
Abu Bakar tahu akan perasaan Bilal. Saat Bilal meminta izin untuk tidak mengumandankan adzan lagi, beliau mengizinkannya. Saat Bilal meminta izin untuk meninggalkan Madinah, Abu Bakar kembali mengizinkan. Bagi Bilal, setiap sudut kota Madinah akan selalu membangkitkan kenangan akan Rasul, dan itu akan semakin membuat dirinya merana karena rindu. Ia memutuskan meninggalkan kota itu. Ia pergi ke Damaskus bergabung dengan mujahidin di sana. Madinah semakin berduka. Setelah ditinggal al-Musthafa, kini mereka ditinggal pria legam mantan budak tetapi memiliki hati secemerlang cermin.
Awalnya, ash-Shiddiq merasa ragu untuk mengabulkan permohonan Bilal sekaligus mengizinkannya keluar dari kota Madinah, namun Bilal mendesaknya seraya berkata, “Jika dulu engkau membeliku untuk kepentingan dirimu sendiri, maka engkau berhak menahanku, tapi jika engkau telah memerdekakanku karena Allah, maka biarkanlah aku bebas menuju kepada-Nya.”
Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku benar-benar membelimu untuk Allah, dan aku memerdekakanmu juga karena Allah.”
Bilal menyahut, “Kalau begitu, aku tidak akan pernah mengumandangkan azan untuk siapa pun setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam wafat.”
Abu Bakar menjawab, “Baiklah, aku mengabulkannya.” Bilal pergi meninggalkan Madinah bersama pasukan pertama yang dikirim oleh Abu Bakar. Ia tinggal di daerah Darayya yang terletak tidak jauh dari kota Damaskus. Bilal benar-benar tidak mau mengumandangkan adzan hingga kedatangan Umar ibnul Khaththab ke wilayah Syam, yang kembali bertemu dengan Bilal Radhiallahu ‘anhu setelah terpisah cukup lama.
Jazirah Arab kembali berduka. Kini sahabat terdekat Muhammad shalallahu alaihi wasallam, khalifah pertama, menyusulnya ke pangkuan Ilahi. Pria yang bergelar Al-Furqan menjadi penggantinya. Umat Muslim menaruh harapan yang besar kepadanya. Umar bin Khattab berangkat ke Damaskus, Syria. Tujuannya hanya satu, menemui Bilal dan membujuknya untuk mengumandangkan adzan kembali. Setelah dua tahun yang melelahkan; berperang melawan pembangkang zakat, berperang dengan mereka yang mengaku Nabi, dan berupaya menjaga keutuhan umat; Umar berupaya menyatukan umat dan menyemangati mereka yang mulai lelah akan pertikaian. Umar berupaya mengumpulkan semua muslim ke masjid untuk bersama-sama merengkuh kekuatan dari Yang Maha Kuat. Sekaligus kembali menguatkan cinta mereka kepada Rasul-Nya.
Umar membujuk Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan. Bilal menolak, tetapi bukan Umar namanya jika khalifah kedua tersebut mudah menyerah. Ia kembali membujuk dan membujuk.
“Hanya sekali”, bujuk Umar. “Ini semua untuk umat. Umat yang dicintai Muhammad, umat yang dipanggil Muhammad saat sakaratul mautnya. Begitu besar cintamu kepada Muhammad, maka tidakkah engkau cinta pada umat yang dicintai Muhammad?” Bilal tersentuh. Ia menyetujui untuk kembali mengumandangkan adzan. Hanya sekali, saat waktu Subuh..
Hari saat Bilal akan mengumandangkan adzan pun tiba.
Berita tersebut sudah tersiar ke seantero negeri. Ratusan hingga ribuan kaum muslimin memadati masjid demi mendengar kembali suara bening yang legendaris itu.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar…”
“Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha illallah…”
“Asyhadu anna Muhammadarrasulullah…”

Sampai di sini Bilal berhasil menguatkan dirinya. Kumandang adzan kali itu beresonansi dengan kerinduan Bilal akan Sang Rasul, menghasilkan senandung yang indah lebih indah dari karya maestro komposer ternama masa modern mana pun jua. Kumandang adzan itu begitu menyentuh hati, merasuk ke dalam jiwa, dan membetot urat kerinduan akan Sang Rasul. Seluruh yang hadir dan mendengarnya menangis secara spontan.
“Asyhadu anna Muhammadarrasulullah…”
Kini getaran resonansinya semakin kuat. Menghanyutkan Bilal dan para jamaah di kolam rindu yang tak berujung. Tangis rindu semakin menjadi-jadi. Bumi Arab kala itu kembali basah akan air mata.
“Hayya ‘alash-shalah, hayya ‘alash-shalah…”
Tak ada yang tak mendengar seruan itu kecuali ia berangkat menuju masjid.
“Hayya `alal-falah, hayya `alal-falah…”
Seruan akan kebangkitan dan harapan berkumandang. Optimisme dan harapan kaum muslimin meningkat dan membuncah.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar…”
Allah-lah yang Maha Besar, Maha Perkasa dan Maha Berkehendak. Masihkah kau takut kepada selain-Nya? Masihkah kau berani menenetang perintah-Nya?
“La ilaha illallah…”
Tiada tuhan selain ALLAH. Jika engkau menuhankan Muhammad, ketahuilah bahwa ia telah wafat. ALLAH Maha Hidup dan tak akan pernah mati.

GHOSHOB

  Jika di pesantren, istilah ini sudah sangat familiar. Hanya saja pengertian dan prakteknya sesungguhnya ada perbedaan dari makna ghoshob s...