Senin, 28 Juni 2010

Muhammad Ali: Prestasi Saya Yang Paling Hebat Adalah Memeluk Islam


SENIN, 28/04/2010 13:39 WIB | email | print | share

Siapa tak kenal Muhammad Ali? Dalam dunia tinju, ia adalah sosok besar yang dihormati dan disegani, baik oleh rekan ataupun lawannya. Ia tangguh, kokoh, dan teruji dengan memenangkan banyak prestasi semasa karirnya. Di dunia yang lain, ia terkenal, salah satunya karena memeluk Islam.

Ali sekarang berumur 68 tahun, tinggal di Barrien Spring, dua jam dari Chicago, sebuah desa kecil dengan hanya berpenduduk sekitar 2.000 orang. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Ali berjuang melawan penyakit parkinson, yang mengakibatkannya berbicara begitu pelan sehingga tidak mungkin orang untuk mendengarnya. Berikut ini adalah wawancara dengannya, yang ikut dijawab oleh istrinya, Leony Ali:

Anda selalu memiliki keyakinan pada diri sendiri. Bagaimana Anda menyeimbangkan keyakinan ini dalam diri Anda dengan kerendahan hati Anda sebagai seorang Muslim?

Allah Maha Besar. Saya hanyalah seorang petinju.

Anda adalah satu-satunya Muslim yang pernah menyalakan obor pada Olimpiade…

Tidak banyak yang bisa memiliki kesempatan itu. Selain itu, saya tahu bahwa hal itu akan membantu Islam untuk memiliki seorang Muslim mengambil peran penting seperti itu. Itu membuat saya bahagia.

Apakah Anda berpikir Islam membuat semuanya lebih mudah seperti untuk Mike Tyson dan Kareem Abdul-Jabbar?

Hanya Allah yang tahu.

Semua orang tahu Anda sebagai Muhammad Ali sekarang. Tapi ada saat ketika penulis dan presenter olahraga menolak untuk mengakui nama Muslim Anda. Bagaimana perasaan Anda tentang ini?

Itu tidak mengganggu saya. Ketika semua wartawan menolak untuk memanggil saya dengan panggilan Muhammad Ali, dan terus memanggil saya dengan nama Kristen, Cassius Clay, saya memukul mereka. Saya berteriak kepada mereka: Siapa nama saya?! Apa nama saya?! (Bercanda, red).

Saya memahami bahwa anak-anak menghadapi tekanan dengan nama-nama Muslim mereka. Mereka mencoba untuk mengubah nama mereka, untuk menyesuaikan diri. Kami punya putra berusia 5 tahun, Asad. Anak-anak ingin menjadi seperti kawan sebaya mereka, ini adalah sebuah isu yang muncul dalam ras, sikap mereka, dannilai-nilai mereka. Untungnya bagi Asad, dia selalu bisa menerima. Namanya adalah bagian dari dirinya. Itulah dia. Tetap kuat. Baca Quran. Berdoa. Memuji Allah. Hal-hal ini akan membantu Anda.

Bagaimana doa membantu Anda dalam semua tantangan yang Anda hadapi dalam hidup?

Berdoa membuat saya kuat.

Anda berada di bawah pengawasan oleh FBI, Anda dihukum karena menolak induksi dalam Perang Vietnam, gelar Anda dilucuti dari Anda, paspor disita dan Anda dilarang dari tinju selama tiga setengah tahun. Bagaimana Anda menghadapi pengalaman pahit itu?

Apa pun yang saya lakukan, saya lakukan untuk Allah. Apapun rintangan yang ada, akan dihilangkan oleh Allah.

Ketika melawan Ken Norton, rahang Anda rusak tetapi Anda masih berjuang selama 12 ronde. Ketika melawan Sony Liston, satu mata Anda buta dan hampir tidak bisa melihat selama ronde berlangsung, namun Anda masih menang. Apa yang membuat Anda tegar?

Salat.

Siapa yang ingin hadapi di ring tinju sekarang?

Joe Frazier.

Apa pendapat Anda tentang Tyson?

Tyson adalah Muslim.

Jika Anda masih aktif bertinju, apakah Anda bisa mengalahkannya?

Mudah.

Apakah olahraga ada dalam Islam?

Tidak, tidak ada yang menentangnya. Bahkan Nabi, semoga berkah Allah tercurah kepadanya, berpartisipasi dalam gulat dan olahraga lainnya. Jika tidak ada dalam Quran, maka tidak ada yang salah dengan itu. Apa yang dibolehkan, halal dan tidak boleh, haram hanya ditentukan oleh Allah dalam Islam.

Saya mendengar bahwa sebelum Anda masuk Islam, Anda tidak bisa membaca dengan baik?

Saya menderita disleksia. Saya tidak pernah fokus pada mekanisme membaca, tapi sekarang saya bisa menghabiskan berjam-jam sehari membaca. Ketika saya membaca Quran, saya akan menyalin bagian-bagian yang benar-benar menyentuh saya. Saya membaca buku-buku Islam, dan buku riset.

Bagaimana Anda menyikapi kesuksesan?

Bersukur atas anugerah Allah.

Bagaimana Anda menghadapi kekalahan di ring dan dalam hidup?

Saya bisa melakukan yang terbaik dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Apa hal yang paling sulit yang pernah Anda lakukan?

[Berpikir untuk waktu yang lama] menceraikan istri pertama saya. Itu adalah hal yang paling sulit. Itu karena dia tidak mau memeluk Islam.

Anda memenangkan kejuaraan dunia kelas berat 3 kali dan berhasil mempertahankannya 19 kali. Apa tujuan Anda sekarang?

Menyebarkan Islam. Itu saja.

Apa yang menjadi prestasi terbesar Anda?

Memeluk Islam.

Jika Anda bisa kembali pada masa lalu, apa yang akan Anda ubah?

Saya akan menjadi seorang Muslim pada usia sepuluh tahun.

Masjid manakah yang paling anda sukai?

Semua masjid. Saya suka semua masjid karena setiap masjid merupakan wajah Mekkah. Kemanapun saya pergi, saya selalu bertanya di mana masjid terdekat agar saya bisa salat di sana.

Manakah doa yang Anda ingat sebagai yang terbaik / paling penting bagi Anda?

Doa sebelum melawan Joe Frazier.

Buku favorit?

Itu pertanyaan yang bodoh! Itu harus Quran.

Makanan Favorit?

Ayam dan nasi, atau jika saya di sebuah negara Islam, daging kambing dan nasi. Selain itu, es krim.

Bunga kesukaan Anda?

Mawar. Tapi saya menghargai segala sesuatu dari Allah.

Negara mana yang paling Anda sukai?

Kami berada di Jakarta, Indonesia dan itu sangat mengagumkan. Ada sekitar 70.000 orang, semua umat Islam yang keluar untuk menemui saya. Saya telah berkeliling ke mana-mana, tetapi saya sangat suka pergi ke negara-negara Muslim.

Ketika wawancara berakhir, Muhammad Ali memberi isyarat: “Saya ingin menunjukkan sesuatu kepada Anda.” Ujarnya. Dia mengepalkan tangannya, dan menggenggam sebuah saputangan ke telapak tangannya yang tertutup itu dan kemudian membuka kedua tangannya. Tangannya kosong dan saputangan telah lenyap. Ia menutup tinju kanannya lagi dan perlahan-lahan mengeluarkan saputangan. Dia melakukan trik itu beberapa kali.

Dia menjelaskan bagaimana hal itu dilakukan dengan jari palsu untuk menyembunyikan saputangan. “Saya menunjukkan kepada Anda bagaimana setan dapat menipu Anda.” pungkasnya. (sa/sv)

Minggu, 27 Juni 2010

Sami Yusuf: Allah Memberi Kita Kehormatan Dan Kemuliaan Melalui Islam



Senin, 28/06/2010 14:31 WIB | email | print | share


Penyanyi nasyid terkenal asal Inggris Sami Yusuf, lahir pada tahun 1980, sudah mulai memainkan banyak instrumen musik di usia yang sangat muda. Ia merupakan jebolan salah satu sekolah musik paling bergengsi, Royal Academy of Music. Yusuf, putra bungsu dari keluarga keturunan Azerbaijan yang menetap di London, menikah dengan seorang wanita Jerman empat tahun yang lalu.

Di tengah gempuran isyu terorisme yang melanda dunia, Sami Yusuf tetap muncul dengan lagu-lagu nasyidnya. Lagu hitsnya, “Hasbi Robbi” banyak menghentak dunia Islam. Walau dibalut dengan musik pop, namun liriknya jelas menunjukkan bahwa lagu ini mempunyai niat yang besar sebagai kampanye Islam. Berikut ini adalah petikan wawancaranya:

Ketika orang pertama kali mendengarkan Anda, mereka berpikir bahwa Anda bernyanyi. Namun, musik Anda lebih dari senandung….

Saya pribadi memang tidak menganggap musik saya sebagai senandung. Saya tidak akan mendiskusikan apakah menyanyi itu baik atau buruk. Saya rasa kita punya dua jenis seni dalam musik: musik yang baik dan buruk musik. Tujuan utama saya selalu melakukan sesuatu untuk Islam dan untuk membuat pemuda Islam bangga akan agama dan identitas mereka. Saya tidak melakukan semua ini untuk ketenaran.

Setelah serangan 11 September di AS, penekanan dunia pada Muslim adalah "terbelakang"…..

Pertama-semua, Islam sangat indah. Mayoritas Muslim orang-orang baik yang menaati hukum dan ingin menjadi warga negara yang baik.

Semua lagu di album pertama Anda berkaitan dengan Nabi Muhammad (saw). Apa tujuan Anda saat melakukan ini?

Tentu saja, orang yang tahu tentang Nabi dan mencintainya. Tapi beberapa tidak benar-benar tahu bagaimana Rasul sebagai manusia. Rasul adalah manusia yang paling benar yang pernah hidup. Saya mencoba untuk menjelaskan hal ini dengan musik.

Bagaimana keluarga Anda berkontribusi pada pemahaman Islam Anda?

Saya dilahirkan dalam sebuah keluarga Muslim dan mereka mencintai Islam. Mereka tidak konservatif. Tentu saja, mereka salat. Saya punya adik perempuan dan seorang saudara. Saya bungsu. Saya jenis orang yang selalu meneliti, berpikir dan mencoba untuk mempelajari kebenaran. Kesadaran ini terjadi sebagai akibat dari banyak hal. Alhamdulillah, titik balik terjadi ketika saya berusia sekitar 16 atau 17 dan saya benar-benar ingin melakukan sesuatu untuk Islam.

Anda berasal dari Timur, tetapi hidup di Barat. Apakah Anda mengikuti tradisi Timur Anda?

Ya, tentu saja. Tradisi ini sangat penting seperti yang Anda tahu, dan budaya juga merupakan bagian dari Islam. Seorang muslim harus menjunjung tinggi kebudayaannya, mencintai budaya. Islam tidak datang untuk membasmi budaya. Hanya hal-hal yang bertentangan Islam adalah salah. Kebanyakan budaya tidak terhadap Islam. Setiap masyarakat memiliki budaya sendiri. Inilah yang membuat umat muslim begitu berbeda dan kaya.

Anda dibesarkan di Britania. Apakah Anda menjumpai kesulitan selama masa kanak-kanak?

Anda tahu bahwa Britania dan Eropa memiliki aspek-aspek negatif, tetapi mereka memiliki aspek yang baik juga. Orang timur kebanyakan tidak melihat hal-hal baik atau mungkin tidak melihat hal-hal baik. Sebagai contoh, ada banyak unsur di Britania dan Eropa Barat yang sebagian besar Islam. Banyak bagian hukum diambil dari Imam Abu Hanifah buku dalam merumuskan sistem hukum dan kesejahteraan negara.

Anda tidak akan menemukan banyak orang miskin di Britania, kecuali jika mereka lebih suka untuk menjadi tunawisma. 99 persen orang di sini umumnya kelas menengah. Mereka memiliki gaya hidup yang sama. Ada aspek-aspek negatif juga. Hal-hal yang Anda lihat di TV, tapi saya tidak dipengaruhi oleh hal-hal itu. Saya tidak terlalu khawatir tentang hal-hal itu. Kesulitan utama bagi anak-anak di sini adalah memiliki teman. Saya hanya benar-benar bertemu dengan teman baik ketika saya sudah di perguruan tinggi. Saya tidak tahu banyak teman-teman muslim sebelumnya. Ini jelas merupakan suatu masalah yang sangat serius.

Banyak pemuda Muslim yang malu akan identitas mereka. Bagaimana Anda menanggapi ini?

Well, saya pikir gagasan bahwa mayoritas Muslim generasi kedua yang malu akan identitas mereka, terlalu berlebihan. Saya berpikir bahwa banyak hal yang harus dilakukan bersama keluarga. Dari pengalaman saya, saya dapat memberitahu Anda bahwa Allah memberi kita kehormatan dan kemuliaan melalui Islam. Kami sangat kuat dan sukses dan diberkati oleh Islam. Kami tidak memiliki pengaruh dan kekuatan uang dari Barat.

Kalau kita berpegang pada agama maka kita akan menemukan kemuliaan itu. Saya sangat percaya bahwa Allah, akan memberi kita kembali kemuliaan dan takdir kita lagi, seperti era Andalusia dan Ottoman. Kita harus menghargai kehormatan, berkah dan martabat Islam. Para pemuda tidak tahu ini. Oleh karena itu, ini adalah salah satu tujuan saya untuk membuat para pemuda memahami hal ini. Islam memiliki harta yang indah dan kita harus menghargainya. Ini adalah Islam yang mengajarkan kita etika moral, institusi apa lagi yang bisa melakukannya?

Apa rencana masa depan Anda? Apakah Anda memiliki pesan bagi dunia Islam?

Pada dasarnya, apa yang ingin saya katakan kepada saudara-saudara saya adalah, banggalah terhadap Islam. Islam memiliki ikatan spiritual dan juga praktis. Jika Allah memberi saya umur panjang, saya akan selalu bernyanyi tentang Allah dan Nabi Muhammad (saw) sepanjang hidup saya. Saya bukan seorang penyanyi pop. Saya mengingatkan orang-orang ini berkali-kali di Mesir. Anda tahu bahwa beberapa anak muda meminta nomor telepon saya di sana. Anda tahu hal-hal seperti itu selalu terjadi. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya bukan seorang penyanyi pop dan tidak ingin menjadi seorang penyanyi pop. Saya hanya ingin melakukan sesuatu untuk agama saya. Saya belajar musik untuk memberi pesan melalui musik. Kami ingin mencapai orang-orang tidak dapat kita jangkau, melalui musik.

Saya ingin melakukan yang terbaik untuk memenuhi kewajiban saya. Ini sudah menjadi usaha besar tersendiri. Jika saya mati sebagai seorang Muslim, itu akan menjadi kehormatan terbesar. (sa/zo)

Frederic Kanoute: Saya Sering Dihina Pesepak Bola Lain Karena Saya Seorang Muslim



Rabu, 28/04/2010 06:01 WIB | email | print | share


Dalam dunia sepakbola kini, nama Frederic Kanoute sudah hampir sama terkenalnya dengan pesepak bola pesepakbola lainnya macam Lionel Messi, Wayne Rooney, atau mungkin Ronaldinho. Walau tidak menjulang seperti ketiga orang itu, tapi Kanoute mempunyai prestasi yang cukup membanggakan.

Lebih karena itu, Kanoute dikenal sebagai pesepak bola Muslim yang taat. Ia kerap melakukan salat lima waktu di ruang ganti ketika pertandingan berjalan, tetap berpuasa dalam pertandingan dan latihan di bulan Ramadan, tidak meminum bir, menyelamatkan sebuah masjid di Sevilla, dan meminta kostum khusus tanpa sponsor karena Sevilla—klubnya tampat ia bernaung sekarang—disponsori oleh rumah Juni. Kanoute juga menjadi satu-satunya pesepak bola Muslim di Eropa yang menunjukkan dukungannya langsung di lapangan dalam sebuah pertandingan resmi atas tragedi Palestina setahun yang lalu. Ketika itu ia mengenakan kaos dalam yang bertulikan “Palestina” dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab.

Berikut adalah petikan wawancaranya dengan Don Balon.

Statistik Anda sangat mengesankan ...

Secara keseluruhan, saya masih relatif senang dengan apa yang saya lakukan di sini sejak kedatangan saya.

Apakah Anda merasa Anda telah menang di Spanyol?

Saya kira begitu, karena saya telah memenangkan gelar dengan Sevilla. Kami telah memenangkan Copa del Rey, dua Piala UEFA, Supercup Spanyol dan Supercup Eropa. Periode ini sekarang di belakang kami dan sekarang kami harus mencari judul lain.

Apakah betul Barcelona pernah mengontrak Anda?

Saya tahu bahwa Barca telah memberitahu saya beberapa kali di masa lalu dan saya pernah membayangkan ada di sana. Barca adalah klub yang menarik bagi saya. Tapi sekarang sudah terlambat. Ini adalah bagian dari masa lalu dan saya sekarang dan masa depan saya berada di Sevilla.

Samuel Eto'o pernah mengatakan ia ingin hidup sebagai orang dengan kulit hitam dan putih. Apa pendapat Anda tentang pernyataan ini?

Saya belum pernah mendengarnya dan saya merasa terkejut karena datang dari seseorang yang berasal Afrika.

Anda sudah berusia 31, bagaimana perasaan Anda?

Secara fisik sangat baik. Pada usia 31, saya pikir kita memiliki lebih banyak pengalaman untuk memahami permainan lebih cepat

Anda pernah bermain di Inggris. Mana yang lebih enak, tinggal di Inggris ataukah Spanyol?

Secara pribadi, saya senang tinggal di Inggris. Tapi di Inggris sulit menggabungkan kehidupan pribadi dan professional, sementara di sini di Spanyol, saya berhasil menggabungkan dua hal itu dan merasa baik-baik saja di dalam maupun di luar lapangan.

Mengapa Anda menolak timnas Prancis?

Saya memang memiliki kesempatan untuk bermain di timnas Prancis, tapi kemudian saya lebih memilih Mali. Di usia 14-15, saya mengikuti sepak bola Afrika melalui televisi dan saya jatuh cinta. Pada usia itu, saya sudah menyatakan satu hari saya akan bermain untuk Mali. Ini adalah keinginan bahwa saya selalu memiliki darah Mali dalam diri saya.

Prancis mengerti keputusan Anda?

Banyak pejabat di Prancis yang mengatakan bahwa saya telah melakukan kesalahan.

Di Perancis, agama dan budaya hidup dalam harmoni?

Ya, Perancis merupakan negara multikultural. Mengenai agama, pada usia 19 tahun, saya memutuskan untuk memeluk Islam. Melalui Islam, saya menemukan jawaban, keseimbangan, dan perdamaian.

Itulah mengapa Anda mendedikasikan gol-gol Anda kepada Islam?

Saya hanya mendedikasikan gol saya, saya perlu mengucapkan terima kasih atas semua yang telah diberikan Allah dalam hidup saya. Ketika saya mencapai sesuatu yang baik dalam hidup saya, saya selalu bersyukur pertama kali kepada Allah karena melalui karuniaNya saya bernapas.

Sejak 11 September 2001 Muslim selalu berada di bawah pantauan…

Saya tahu dan saya memahami tetapi serangan itu dilakukan oleh sebuah kelompok yang bodoh saja. Serangan itu telah melukai umat Islam. Kami mendengar dan membaca banyak omong kosong tentang Islam. Media telah membuat rasa takut terhadap Muslim. George Bush telah menggunakan alasan terorisme untuk menyerang Irak dan Afghanistan.

Beberapa pemain sepakbola menghina Anda karena Anda adalah Muslim?

Ya, dan beberapa dari mereka masih bermain di Spanyol. Saya setuju bahwa sulit bagi saya untuk mendengar hal-hal tertentu dan saya tergoda untuk menanggapi. Di Inggris, pemain banyak saling menghina, tetapi tidak pernah atas dasar agama atau warna kulit.

Bisa dijelaskan ketika Anda memakai jersey (kostum) dukungan Anda untuk rakyat Palestina?.

Terkadang, para pemain juga seperti seniman yang melakukan hal-hal yang orang lain lakukan di jalanan selama demonstrasi misalnya.

Tetapi Anda lakukan di lapangan ...

Saya merasa itu menjadi tugas saya. Itu yang terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang pemain bola.

Ketahuilah bahwa itu sangat tidak biasa di lingkungan ini ...

Tapi saya siap menghadapi kenyataan bahwa orang-orang berbicara tentang saya.

Selasa, 22 Juni 2010

NASI GORENG SPECIAL





BAHAN:
200 gr nasi putih
3 sdm minyak goreng
1 btr telur ayam, kocok lepas ambil 1/2 porsi
1 lbr daun pisang (untuk alas)

BUMBU A:
30 gr bawang bombay, cincang kasar
1 siung bawang merah, iris tipis
1 siung bawang putih, cincang halus
2 buah cabe merah keriting, iris tipis
1 sdm irisan daun bawang

BUMBU B:
1 sdm kecap asin
1 sdm ang ciu
2 sdm kecap manis
1 sdm royco cair rasa ayam
1/4 sdt garam
1/4 sdt penyedap rasa
1 sdm mentega

BAHAN PELENGKAP:
1 buah telur dadar
3 sdm ayam masak kecap
5 buah emping goreng
2 lbr daun selada
2 iris tomat merah
2 iris mentimun

CARA MEMBUAT:
1. Siapkan wajan, panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang bombay hingga harun, masukkan kocokan telur dan sisa bumbu A. Aduk rata.
2. Masukkan nasi, aduk rata.
3. Tambahkan bumbu B kecuali mentega, aduk rata.
4. Saat akan diangkat masukkan mentega aduk rata. Angkat.
Siapkan piring, alasi daun pisang. Bari hiasan ditepi piring daun selada, irisan tomat dan mentimun. Beri taburan ayam masak kecak diatasnya. Sajikan panas bersama telur dadar dan emping goreng.
(untuk 1 porsi)

Senin, 21 Juni 2010

Jujur: Tips Manjur Menuju Hidup "Makmur"



Perilaku korupsi, dusta, mencuri, mark up ada di mana-mana. Tak hanya di kantoran atau di jalanan, juga di gedung tinggi dan kaum berdasi

Hidayatullah.com--Konsep hidup jujur, sepertinya telah sukar –meskipun masih ada- untuk kita temui di tengah kehidupan yang serba pragmatis lagi materialistis seperti saat ini. Tak jarang, orang yang berusaha untuk menjaga prinsip ini, justru dianggap pahlawan kesiangan, ataupun manusia sok suci. Hasilnya, hinaan, cacian, amarah, silih berganti menimpa dirinya, bahkan nyawa pun terkadang menjadi taruhan.

Mungkin telah nyata sabda Rasulullah bahwa akan tiba satu masa, di mana orang yang berpegang teguh pada Islam, bak memegang bara api, membahayakan diri sendiri. Adapun mereka yang melepaskannya, maka mereka akan lebih celaka. Lagi

***

Ada cerita nyata di salah satu kantin sekolah. Saat itu, terdapatlah dua anak kelas tiga SMP, yang baru saja menerima pengumuman bahwa diri mereka lulus. Dari sekian banyak peserta ujian di sekolah tersebut, hanya satu anak yang tidak lulus. Usut punya usut ternyata anak tersebut berusaha untuk tidak mengkhianati dirinya dengan cara tidak menyontek. Dalam kata lain, dia telah berperilaku jujur dalam menjawab soal-soal ujian.

Terhadap hal ini, dua anak yang sedang mengobrol di kantin tersebut, mencemooh apa yang telah dilakukan oleh anak yang tidak lulus. “Sok suci sih, gak mau nyontek. Ya, rasain sendiri akibatnya, dia sendiri yang tidak lulus,” demikianlah komentar salah satu di antara mereka.

Kasus di atas, setidaknya menunjukkan satu potret nyata, betapa sebagian dari masyarakat kita telah menghilangkan ataupun tidak mengindahkan konsep jujur dalam berperilaku. Nahasnya, hampir seluruh aspek kehidupan negeri ini, telah tercemari olehnya. Tak terkecuali masalah penetapan hukum yang seharus berdasarkan kepada kejujuran, dengan mengatakan yang salah itu salah, dan yang benar itu benar.

Sebaliknya, konsep hidup khianat, bohong, dusta, sepertinya telah menjadi suatu yang tak terpisahkan lagi dari setiap gerak-gerik kita. Seorang penjual, dengan culasnya membohongi para pembeli. Para hakim dengan mudahnya untuk disuap, sehingga keputusan mereka timpang sebelah. Begitu pula terhadap kasus-kasus yang lain.

Di dalam kehidupan kita, beredar motto hidup yang salah-kaprah, ucapan seperti "jujur hancur", atau istilah-istilah lain, yang sesungguhnya adalah tabiat korupsi. "Obyek sana obyek sini". "Kalau gak begini mas, hanya ngandalkan gaji kantor, gak cukup," begitu istilahnya. Tabiat seperti itu, nampaknya telah terpatri dan mendarah daging di sebagian masyarakat kita. Padahal, tindakan itu adalah korupsi alias mencuri.

Tindakan korupsi dan tidak jujur ini ada di mana-mana. Di kantor, para pegawai yang ditugaskan belanja barang sering meminta slip bukti pembelian dua. Slip pembelian yang pertama asli. Slip kedua kosong. Nah, yang terakhir ini akan ditambahi sendiri sesuai keinginan dia. Para supir, sering juga melakukan tindakan korupsi. Ia sering memindahkan isi tanki bensin yang telah penuh ke botol-botol yang sudah disediakan. "Satu dua liter kan lumayan, setiap hari," begitu ujarnya.

Para dokter, diam-diam juga sering "bermain mata" dengan detailer (sales obat). Ia akan merekomendasi si pasien obat-obat tertentu kepada pasien agar ia bisa mendapatkan tips dan honor di akhir penjualan. Pamrih seperti ini dilarang oleh agama.

Perilaku korupsi, dusta, mencuri, mark up seperti ini, ada di mana-mana. Tak hanya di kantoran atau di jalanan. Di gedung-gedung tinggi bahkan pada kaum berdasi.

Kalau saja prinsip ini terus dipertahankan, sudah barang tentu dinamisasi dan harmonisasi kehidupan bermasyarakat akan terganggu, yang pada akhirnya akan menimbulkan gejolak kehancuran, ataupun kekacauan.

Bayangkan, adakah orang di muka bumi ini, sudi untuk ditipu/dibohongi orang lain? Tentu tidak akan ada. Kalaupun itu terjadi, maka ia akan sakit hati, bahkan, bisa jadi (hal ini dilarang dalam Islam) ia berinisiatif untuk membalas dengan balasan yang setimpal, ataupun lebih dari yang ia terima.

Pertanyaannya, mungkinkah kebahagiaan/kemakmuran suatu negeri akan mampu terealisasikan dalam aspek kehidupan, manakala masyarakatnya mempraktikkan pola hidup demikian? Tentu jawabannya sangatlah mustahil.

Jujur, "Makmur"

Kekhawatiran akan kehancuran usaha, bisnis, karir, karena berperilaku jujur, merupakan kecemasan yang sangat keliru, yang sepatutnya tidak dipertahankan.

Dalam banyak firman-Nya dan sabda Rasulul-Nya, terdapat dalil-dalil yang menerangkan, betapa perbuatan dusta itu, sejatinya menyelakakan. Sebaliknya, justru kejujuranlah yang akan menunjukkan kepada kebajikan dan kebahagiaan.

Allah berfirman, "Hai orang-prang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang benar/jujur." (At-Taubah: 199).

Sedangkan dalam sabdanya Rasulullah bersabda, "Tinggalkanlah apa saja yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya jujur itu menenangkan, sedangkan dusta itu menggelisahkan." (H.R. Tirmidzi)

Lalu kenapa kasus di atas terjadi dengan begitu masifnya? Itu semua bermuara dari keyakinan bahwa kebahagiaan itu terletak pada banyaknya jumlah materi yang dimiliki, dan itu merupakan buah dari pola pikir yang pragmatis dan materialistis. Hasilnya, untuk mendapatkan itu, semua cara pun ditempuh, tak terkecuali harus menipu orang lain.

Dalam pandangan Islam, tentu saja keyakinan ini tidak dibenarkan. Islam tidak memandang materi sebagai standarisasi kebahagiaan. Kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan jiwa, dan jiwa akan merasakan kebahagiaan manakala ia memperoleh ketenangan, dan ketenangan akan dirasakan, manakala seseorang melakukan kebajikan. Sedangkan jujur sendiri merupakan cermin dari suatu kebajikkan. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, "Hendaklah kalian berperilaku jujur, karena jujur itu akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menunjukkan ke pada surga." (Muttafaqun ’Ilaih).

Sedangkan dalam kitab Al-Arba’in, Imam Nawawi (pengarang kitab), mencantumkan sebuah hadits yang berbunyi, ”Kebajikan itu apa saja yang jiwa merasa tenang olehnya, dan hati merasa tentram kepadanya...” (HR. Ahmad)

Adakah kebahagiaan yang mampu melebihi kebahagiaan jiwa ini? Bukankah telah terpampang begitu jelasnya di hadapan kita, betapa banyak orang kaya justru mengaklhiri hidupnya dengan cara bunuh diri? Termasuk dalam kategori orang yang bahagiakah mereka yang demikian?

Selaras dengan dua hadits di atas, dalam kitab Qiraa’atu Ar-Rasyidah, disebutkan sebuah kisah, pada suatu hari datang seseorang kepada Nabi untuk berislam. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, laki-laki tersebut menerangkan kepada beliau bahwa ia termasuk ahli maksiat, dan ia tidak mampu menghindarinya. Kemudian, laki-laki tersebut meminta nasihat ke pada Rasulullah.

Terhadapnya Rasulullah berkata, ”Hal tu’aahiduni ’ala tarkil kadzibi?” (Maukah engkau berjanji untuk tidak berbohong?) Laki-laki tersebut menyanggupinya. Hingga tibalah suatu hari ia berhasrat untuk melakukan maksiat. Ia teringat akan janjinya dengan Rasulullah untuk berperilaku jujur, ”apakah yang akan menjadi jawabanku, sekiranya Rasulullah menanyaiku tentang perbuatanku ini? Sekiranya aku jawab dengan ”ia”, pastilah beliau akan menghukumku. Namun, apabila aku jawab dengan ”tidak”, maka aku telah berbohong. Padahal, aku telah mengikat janji padanya untuk berperilaku jujur,” ujar laki-laki tersebut membatin.

Pada akhirnya mampulah laki-laki tersebut mengendalikan hawa nafsunya untuk tidak bermaksiat, perantara janjinya kepada Rasulullah untuk berperilaku jujur, hingga ia menemui ajal dalam kesalehan.

Yang jelas, di banyak ayat dalam Al-Quran sudah disebutkan haram dan larangan menipu, korupsi dan mengurangi timbangan.

"Penuhilah takaran dan jangan kamu menjadi orang yang suka mengurangi; dan timbanglah dengan jujur dan lurus, dan jangan mengurangi hak orang lain dan jangan kamu berbuat kerusakan di permukaan bumi." (As-Syu'ara': 181-183)

Kesimpulannya, untuk memperoleh kebahagiaan hidup secara individu, lebih-lebih secara jama’i, sikap jujur sangatlah diperlukan. Sedangkan dusta sendiri, merupakan perkara yang akan membawa kita kepada kegundahan hidup, dan menyeret ke neraka, karena dusta sendiri merupakan perbuatan orang-orang munafik. Sedangkan orang-orang munafik tempatnya di akhirat adalah dasar neraka jahannam. Wallahu ’alam bis-showab.

Kamis, 17 Juni 2010

Mencintai Islam Tanpa meninggalkan Yesus



Manuela-Mirela Tanasecu, perempuan asal Bucharest, Rumania ini terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang menganut agama Kristen Ortodoks. Meski tidak terlalu relijius, keluarga Mirela percaya akan adanya Tuhan. Mirela mulai mengenal Islam dari seorang da'i asal Tepi Barat, Palestina, Walid Sulaiman yang kemudian menjadi suaminya.

Tapi sebelumnya, ia sudah tertarik dengan Islam setelah berkunjung ke sejumlah negeri Muslim seperti Yordania, Suriah, Iran, Pakistan, Malaysia dan Indonesia. Setelah menikah dengan Walid pada tahun 1991 di Bucharest, Mirela memutuskan menjadi muslimah. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di Iran, saat melakukan kunjungan ke negara itu.

Mirela tertarik dengan Islam karena menurutnya doktrin-doktrin dalam Islam sangat jelas dibandingkan doktrin-doktrin dalam ajaran agama Kristen. Sebagai contoh, doktrin Trinitas yang dinilainya samar-samar, membingungkan dan sulit dipahami. "Doktrin semacam itu tidak ada dalam Islam yang mengajarkan monoteisme absolut," kata Mirela.

Ia menilai umat Islam lebih serius dalam masalah agamanya dibandingkan kaum Kristiani pada umumnya. "Umat Islam salat lima waktu sehari, sedangkan penganut Kristen ke gereja hanya pada hari Minggu dan kebanyakan yang datang ke gereja juga orang-orang yang sudah tua," ujarnya.

Salah satu perbedaan yang mencolok antara Islam dan Kristen, sambung Mirela, Islam sangat menghormati dan memuliakan para nabi dan rasulnya, tanpa pengecualian. "Ini merupakan titik kekuatan Islam, yang menunjukkan bahwa siapa saja yang mencintai Yesus bisa memeluk Islam tanpa harus menghentikan rasa cinta pada Yesus, karena Islam mengajarkan umatnya untuk meyakini dan mencintai para rasul Allah Swt," papar Mirela.

"Jadi, bisa saya katakan bahwa menjadi seorang muslim, saya mencintai dan memuliakan Rasulullah Muhammad Saw tanpa harus kehilangan Yesus yang dalam Islam dikenal sebagai Nabi Isa," imbuhnya.



Perjalanan Mirela ke sejumlah negeri Muslim membuka matanya bahwa umat Islam adalah umat yang ramah, dermawan dan siap membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan. Sebelum mengenal Islam, Mirale memiliki pandangan yang negatif tentang Islam karena Islam membolehkan seorang suami beristeri hingga empat orang. Mirale menganggap aturan itu merendahkan perempuan. Tapi kemudian, ia menilai lelaki muslim sangat perhatian dengan keluarga dan isterinya dibandingkan lelaki Barat non-Muslim.

Mirale mengatakan, Barat telah salah menilai Islam yang dituding merendahkan kaum perempuan. Pandangan itu muncul karena Barat mendapatkan informasi yang salah dan tidak memahami ajaran Islam yang sesungguhnya. Mirale tidak menepis kenyataan bahwa ada segelintir orang Islam yang berkontribusi menimbulkan pandangan yang salah tentang Islam, karena berperilaku tidak islami.

Sebagai muslimah, Mirale menghimbau para muslimah lainnya agar tidak mencontoh gaya hidup kaum perempuan Barat. Menurutnya, kaum perempuan di Barat sebenarnya sudah menjadi peradaban Barat yang sangat materilistis.

"Barat mengklaim telah membebaskan perempuan. Padahal jika dikaji lebih dalam, kaum perempuan di Barat sebenarnya sudah diperlakukan tidak manusiawi dan dijadikan sebagai komoditi serta obyek seksual semata. Setelah saya mengenal Islam, saya bisa mengatakan bahwa tidak ada agama yang memuliakan perempuan selain Islam," tutur Mirale. (ln/readislam)

WIRID DAN DO’A SETELAH SHALAT FARDHU




Astaghfirullohhal adziim li wali wali dayya wali ashabil khuquq ala wal jamiil mu'minin wal mu'minat wal muslimiina wal muslimat al akhyaa 'i minhum wal amwaat (3x)
Laa Ilaaha Illalloh wahdahu laasyariikalah lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qadiir (3-10x)
Allohumma antassalam, waminkassalam, wa ilaika ya'uudussalam, fahayinaa Robbana bissalam, wa adkhilnal jannata darossalam, tabarokta Robbanaa wata a'laita yaa dzaljalali wal ikraam.
Audzubillahiminassyaithonirrojiim, Bismillahirrohmanirrokhiim.. Al Fatehah.
Wa ilahukum ilahu wakhid , La ilaahailla huwarrohmaanurrokhiim.
Allohu Laa iaaha illaa huwalkhoyyul qoyuum, laa ta' khudzuhuu sinatuw walaa naum, lahu maa fiissamaawaati wa maa fil ardhi, mandzaalladzii yasyfa'u 'indahuu illaa biidznih, ya'lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum, wa laa yukhithuuna bisyai'in min 'ilmihi illa bi maasyaaa'i, wasi'a kursiyyuhussamaawaati wal ardho, waa ya'uduhuu khifzuhumaa wahuwal a'liyul a'zhiim.
Syahidallohu annahu La ilaa ha ila huwa walmalaikatu wa ulul ilmi qoiman bil qisthi La ilaa ha illa huwal aziizul hakiim

Inna diina i'ndallohil islam

Qulillohumma malikulmulki, tu'tilmulka man tasyaa', wa tanziulmulka miman tasyaa' wa tu'izu man tasyaa' wa tudzillu man tasyaa' biyadikal khoir Innaka alaa kulli syaiin qodiir. Tuulijullaila finnahaari wa tuulijunnaaharo fillaili, Wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijulmayyita minal hayyi, Wa tarzuqu man tasyaa' bi ghoiri hisaab.
Ilahi Ya Robbi. Subhanalloh (33x) , Alhamdulillah (33x) , Allohuakbar (33)

Allohu Akbar Kabiirau wasubhanallohi bukrotau waashiilla

La ilaaha illallohu wahdahuu la syariikalah lahulmulku wa lahulhamdu yuhyi wa yumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qodiir

La khaula wala quwata illa billahil a'liyil aziim

Allohumma sholli wasallim alaa sayyidinaa Muhammad a'bdika wa rosuulika nabiyyil ummiyyi wa a'laa aalihii wa shohbihii wasallim

Wa hasbunaallohu wani'mal wakiil

La khaula wala quwata illa billahil a'liyil aziim, Astaghfirullohhal adziim.
Alhamdulillahirobbil a'lamiin, hamdan yuuafii ni'mah wa yukafii maziidah
yaa Robbanaa lakalhamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhikal kariim wa aziim sulthonik

Allohumma Sholli wasalim alaa sayidinaa Muhammad, sholatan tunjinaa bihaa min jami'il ahwaali wal afaat, wa taqdhilanaa bihaa min jami'il hajaat, wa tuthohirunaa bihaa min jami'is sayi'at, wa tarfa'unaa bihaa 'indaka a'laa ddarojaat, wa tubalighunaa bihaa aghsol ghoyat min jami'il khoirot fil hayaati wa ba'dal mamaati.

Allohumma inna nasa'luka luthfa fimaa jarot bihil maqoodiir

Allohumma inna nasa'luka min khoiri masa'alaka, minhu sayyidunaa wa nabiyyuna muhammad 'abduka wa rosuuluka, wa na'udzubika min syarri masta'adzaka, minhu sayyidunaa wa nabiyyuna muhammad 'abduka wa rosuuluka

Allohumma inna nasa'luka muujibaati rohmatika, wa azaa'ima maghfirotika,
wa ssaalamatan min kulli istmin, wal ghoniimatan min kulli birrin, wal fauza bil jannah, wan najaata mina nnaar, wal a'fwa 'indalhisaab

Robbanaa laa tuzig quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wa hablana miladunka rohmah, innaka antal wahhaab

Robbanaghfirlanaa wali walidiina kamaa robayanaa shoghiiroo, wal jamiil mu'minin wal mu'minat wal muslimiina wal muslimat al akhyaa' i minhum wal amwaat

Robbanaa aaatinaa fiddunyaa khasanah, wa fil aakhiroti khasanah, wa qinaa 'adzabannaar.

Wa shollallohu alaa sayidinaa muhammad wa alaa aalihii wa shohbihii wa sallim, walhamdulillahi robbil 'alamiin.

Amiin.

GHOSHOB

  Jika di pesantren, istilah ini sudah sangat familiar. Hanya saja pengertian dan prakteknya sesungguhnya ada perbedaan dari makna ghoshob s...